Duduk Perkara Pembunuhan Anak Punk di Cikarang yang Melibatkan Mondy Tatto
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 24, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jawa Barat - Kasus kisah cinta berujung pembunuhan yang menewaskan anak punk bernama Faisal Anwar (FA), yang melibatkan selebgram punk bernama Dita Restu Amanda (24) alias Mondy Tatto akhirnya mulai terurai.

Baca juga: Gerebek Rumah Anak Punk Buron Pengeroyokan, Polisi: Mereka Hidup di Jalan Tak Pernah Pulang

Kisah cinta berujung maut yang menewaskan Faisal Anwar ternyata bukan cinta segi tiga, tapi cinta segi empat. Pelaku pembunuhan bukan Donal, melainkan Darmin, yang juga anak punk.

Polisi menyebut motif penusukan dilatarbelakangi persoalan asmara. Darmin diketahui merupakan mantan kekasih Mondy sebelum perempuan tersebut menjalin hubungan dengan korban FA dan kemudian berpacaran dengan Donal.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat AKP Engkus Kusnadi menjelaskan duduk perkara pembunuhan yang menewaskan Faisal, yang juga melibatkan Mondy Tato, Donal dan Darmin.

Ada dua peristiwa berbeda yang terjadi antara Darmin, Faisal, Donal dan Mondy. 

Pada peristiwa pertama, Donal dan Mondy jadi tersangka pengeroyokan terhadap Faisal. Lalu peristiwa kedua, Darmin jadi tersangka pembunuhan yang menewaskan Faisal.

Berikut Kronologinya

Dita Restu Amanda (24) alias Mondy Tatto ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan terhadap Faisal Anwar (FA) di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat AKP Engkus Kusnadi mengatakan, Mondy mengeroyok FA yang merupakan mantan kekasihnya beberapa jam sebelum korban tewas dibunuh.

Selain Mondy, Doni Dermawan (31) alias Donal juga ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pengeroyokan.

"Jadi untuk perkaranya adalah pengeroyokan. Saat itu sudah damai dan sempat dilerai baru muncul peristiwa baru. Jadi, orang menganalisis ini pelaku pembunuhan, padahal enggak," ujar Engkus saat ditemui Kompas.com, Kamis (23/7/2026).

Adapun tersangka pembunuhan FA adalah D alias Darmin (26) yang diduga menusuk korban hingga tewas di kontrakan Mondy di Kampung Jati Baru, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Engkus, video pengeroyokan yang beredar di media sosial membuat banyak orang mengira Mondy dan Donal merupakan pelaku pembunuhan FA.

Padahal, penyidik sejak awal memisahkan penanganan kedua perkara tersebut.

"Yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah penusukan yang dilakukan Darmin. Itu perkara yang berbeda dengan pengeroyokan yang videonya beredar di media sosial," kata Engkus.

Engkus menjelaskan, rangkaian peristiwa bermula pada Jumat sekitar pukul 21.00 WIB di sebuah salon kecantikan di Kampung Pasar Beras, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat.

Saat itu, Mondy sedang berada di dalam salon untuk melakukan perawatan rambut.

Tidak lama kemudian, FA datang ke lokasi, disusul Donal bersama sejumlah rekannya menggunakan sepeda motor milik Mondy.

Perselisihan bermula ketika korban hendak meminjam sepeda motor tersebut, namun tidak diizinkan. Adu mulut antara korban dan Donal kemudian berujung pada perkelahian.

Beberapa orang yang berada di lokasi sempat melerai keduanya. Namun, saat melihat Donal terdesak, Mondy keluar dari salon dan ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Aksi tersebut terekam video dan kemudian viral di media sosial. Meski demikian, polisi menyebut peristiwa itu telah berakhir setelah para pihak dilerai.

Mereka bahkan kembali berkumpul hingga sekitar tengah malam di rumah seorang ketua kelompok anak punk berinisial S sambil mengonsumsi minuman keras.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 03.00 WIB, rombongan menuju kontrakan Mondy di Kampung Jati Baru. Di lokasi itu kembali terjadi cekcok antara FA dengan Mondy dan Donal.

Saat keributan berlangsung, Darmin yang mengetahui konflik tersebut ikut masuk ke dalam kontrakan.

Sebelumnya, Darmin diketahui telah meminjam sebilah pisau dari rekannya dengan alasan berjaga-jaga karena mengetahui FA merupakan warga setempat.

"Tersangka (Darmin) bilang, 'Lu kalau berani jangan sama cewek'. Setelah cekcok mulut, pelaku Darmin memukul botol tabung gas ke kepala korban. Nah, pisau yang tadi disimpen itu diambil dan ditusukkan ke korban di bagian punggung," jelas Engkus.

Menurut Engkus, korban sempat melarikan diri ke kontrakan temannya yang berjarak sekitar tiga petak dari lokasi pertama.

Namun, Darmin terus mengejar korban dan kembali melakukan penusukan hingga korban tersungkur di pinggir jalan.

"Hanya Darmin yang melakukan penusukan. Di lokasi yang kedua Mondy dan Donal tidak bisa berbuat apa-apa karena Darmin membawa pisau," ujar Engkus.

Berdasarkan hasil autopsi, korban mengalami tujuh luka tusuk di bagian dada.

Salah satu luka menembus paru-paru sebelah kanan sehingga menyebabkan pendarahan yang berujung pada kematian korban. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.