FJGS 2026 Raup Transaksi Rp26,8 Triliun, Pramono Anung Optimistis Dongkrak Ekonomi Jakarta
Feryanto Hadi July 24, 2026 10:20 PM

 

‎Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 membukukan nilai transaksi sebesar Rp26,8 triliun sepanjang pelaksanaannya pada 10 Juni hingga 22 Juli 2026.

Total tersebut berasal dari transaksi di 104 pusat perbelanjaan senilai Rp16,8 triliun serta transaksi ritel di luar mal yang mencapai Rp10 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai capaian tersebut menunjukkan peran FJGS sebagai salah satu penggerak aktivitas ekonomi di ibu kota.

Menurutnya, penyelenggaraan festival belanja tahunan ini tidak hanya mendorong peningkatan transaksi, tetapi juga memperluas promosi produk lokal dan memperkuat daya tarik Jakarta sebagai destinasi wisata.

"FJGS bukan sekadar agenda diskon dan promosi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga optimisme dunia usaha, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas pemasaran produk lokal dan UMKM, serta memperkuat Jakarta sebagai destinasi wisata budaya, kuliner, hiburan, dan belanja," ujar Pramono saat penutupan FJGS 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Pramono mengungkapkan transaksi di pusat perbelanjaan selama FJGS tahun ini meningkat sekitar lima persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.

Pada FJGS 2025, nilai transaksi di mal tercatat Rp15,98 triliun, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi Rp16,8 triliun.

Selain mencatat kenaikan transaksi, FJGS 2026 juga melibatkan lebih dari 20.000 tenant ritel di berbagai pusat perbelanjaan.

Jumlah pengunjung selama festival berlangsung turut mengalami peningkatan sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Pramono, hasil tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi Jakarta yang terus tumbuh positif.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tercatat tumbuh 5,59 persen secara tahunan dengan sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar, yakni sebesar 18,06 persen.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan FJGS, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan pembebasan pajak reklame kepada 104 pusat perbelanjaan dan pelaku ritel peserta festival.

Kebijakan itu mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 870 Tahun 2025.

Pemprov DKI juga memberikan penghargaan kepada pusat perbelanjaan dan pelaku ritel yang dinilai inovatif, memiliki daya saing, mendukung pemasaran produk lokal dan UMKM, serta aktif menjalankan Gerakan Pilah Sampah.

"Ke depan, kolaborasi dengan APPBI, HIPPINDO, pelaku ritel, UMKM, Bank Indonesia, OJK, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat. FJGS diharapkan berkembang menjadi festival belanja unggulan bertaraf internasional yang mendukung target Jakarta masuk 50 besar kota global pada 2030 dan 20 besar pada 2045," kata Pramono.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FJGS 2026 Mualim Wijoyo mengatakan penyelenggaraan FJGS tidak hanya berfokus pada program promosi dan potongan harga, tetapi juga memperkuat fungsi pusat perbelanjaan sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus bagian dari ekosistem ekonomi Jakarta.

"Kami dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang terus menghadirkan berbagai perayaan. Bertepatan dengan libur sekolah, masyarakat dapat menikmati beragam program diskon dan hadiah yang menarik. Antusiasme pengunjung sudah terlihat sejak sepekan sebelum puncak acara. Saat puncak perayaan, kawasan Bundaran HI dipadati masyarakat. Dampak positifnya juga dirasakan oleh kawasan-kawasan di sekitar Jakarta," ujar Mualim. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.