Dompet Dhuafa Luncurkan Program Kebun Pangan Madaya, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga
Mochamad Dipa Anggara July 24, 2026 10:20 PM

WARTAKOTALIVE.COM, SUKABUMI - Dompet Dhuafa resmi meluncurkan program Kebun Pangan Madaya di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL), Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).

Program tersebut menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang mendorong pemanfaatan lahan pekarangan, kebun komunitas, hingga lahan produktif yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pangan keluarga sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.

Peluncuran program Kebun Pangan Madaya juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-33 Dompet Dhuafa. 

Program ini mengintegrasikan upaya memperkuat ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, peningkatan pendapatan keluarga, serta edukasi pertanian yang dapat diterapkan masyarakat.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Dr Ahmad Juwaini SE, MM menjelaskan, Kebun Pangan Madaya merupakan pengembangan dari program Kebun Sehat Masyarakat yang sebelumnya dijalankan Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC). 

Kini, program tersebut diperluas menjadi gerakan pemberdayaan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat.

"Bismillah, kita hadirkan Kebun Pangan Madaya agar para petani berdaya di tanah sendiri. Di sisi lain, gerakan ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-33 Dompet Dhuafa," ujar Juwaini saat peluncuran program Kebun Pangan Madaya.

Peluncuran program Kebun Pangan Madaya di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL), Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
Peluncuran program Kebun Pangan Madaya di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL), Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). (Warta Kota/Mochammad Dipa)

Lebih lanjut, Juwaini menyebutkan, bahwa program Kebun Pangan Madaya di PTGL ini dikembangkan pada lahan 1000 meter persegi dengan penanaman komoditas hortikultura, seperti sayuran, buah-buahan, hingga tanaman pangan tahunan.

"Kami ingin program ini bukan sekadar seremoni. Kebun Pangan Madaya harus menjadi model pemberdayaan yang bisa direplikasi masyarakat luas. Karena itu kami akan menyusun konsep jangka pendek, menengah, dan panjang beserta indikator keberhasilannya," katanya.

Program lingkungan hijau produktif 

Hingga 2026, program lingkungan hijau produktif yang dikembangkan LKC Dompet Dhuafa telah menjangkau 10 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Program tersebut mencakup 13 kebun komunitas dan 247 kebun rumah tangga, melibatkan 765 penerima manfaat serta 124 kader yang mendukung penyediaan pangan lokal bagi masyarakat.

Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rahmad Riyadi, mengatakan Kebun Pangan Madaya dirancang sebagai model pemberdayaan yang dapat diterapkan di berbagai daerah.

"Sebenarnya kita ingin masyarakat bisa memanfaatkan kebun mereka sendiri. Program ini memberi contoh bahwa lahan yang dimiliki dapat diolah secara produktif dengan berbagai metode, termasuk permaculture, sehingga masyarakat bisa lebih mandiri," ujarnya.

Dompet Dhuafa menargetkan pembentukan sedikitnya 33 lokasi Kebun Pangan Madaya sebagai bagian dari peringatan Milad ke-33.

Setiap lokasi akan menjadi contoh praktik pertanian skala kecil yang dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Rahmad mengatakan, bahwa di PTGL salah satu komoditas yang dikembangkan adalah edamame karena dinilai mudah dibudidayakan, memiliki nilai ekonomi, dan telah memiliki pasar yang jelas.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Dr Ahmad Juwaini SE, MM (topi hitam) mencabut tanamkan Edamame sebagai tanda hasil panen dari program Kebun Pangan Madaya di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL), Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Dr Ahmad Juwaini SE, MM (topi hitam) mencabut tanaman Edamame sebagai tanda hasil panen dari program Kebun Pangan Madaya di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL), Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). (Warta Kota)

Melalui program tersebut, lanjut Rahmad, Dompet Dhuafa berharap dapat membangun ekosistem pemberdayaan yang mencakup pendampingan budidaya, pelatihan, bantuan sarana produksi, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga pembukaan akses pasar. 

"Kami ingin membangun model pemberdayaan yang mencakup pendampingan, pelatihan, bantuan bibit, pupuk, hingga evaluasi," ungkapnya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga meningkatkan pendapatan serta mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis pertanian.

"Harapannya masyarakat bukan hanya berhasil menanam dan panen, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan keluarga," pungkas Rahmad.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.