4 Guru SMAN 1 Kendari Raih Penghargaan Poster, Presentasi, dan Peserta Terbaik di BTI 2026
Desi Triana Aswan July 24, 2026 11:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak empat guru SMAN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meraih sejumlah penghargaan pada Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kegiatan tersebut merupakan pembinaan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa di bidang Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI), Koding dan Karakter, serta STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Empat guru yang meraih penghargaan tersebut yakni Wa Ode Tuti Asndari, guru Informatika yang dinobatkan sebagai Peserta Terbaik II bidang Koding dan Karakter. 

Zulfaidil, guru Matematika, meraih Peserta Terbaik I bidang Kecerdasan Artifisial. 

Selanjutnya, Dino Steven, guru Matematika, menerima Penghargaan Kelompok Presentasi Terbaik bidang Kecerdasan Artifisial, dan Achmad Aswal, guru Fisika, memperoleh Penghargaan Poster Terbaik pada bidang yang sama.

Pelatihan bidang Kecerdasan Artifisial berlangsung di Universitas Negeri Surabaya pada 1-7 Juli 2026. 

Sementara itu, pelatihan bidang Koding dan Karakter dilaksanakan di Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta Barat, pada 8-14 Juli 2026.

Tak hanya guru, SMAN 1 Kendari juga meloloskan seorang siswa pada bidang STEM, yakni Izyan Hakan Juharsah, yang mengikuti pembinaan di Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 1-7 Juli 2026.

Wa Ode Tuti mengatakan peserta bidang Koding dan Karakter mendapatkan materi computational thinking, algoritma, dan pemrograman menggunakan bahasa C++. 

Baca juga: Kisah Sujono Said Guru Tunanetra di Kendari, Ajar Siswa Disabilitas Sejak 2018, Dulu Gaji Rp500 Ribu

Peserta juga menyusun perangkat pembelajaran serta mengikuti kunjungan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) ke PT Gramedia untuk mempelajari penerapan transformasi digital.

“Selama pelatihan kami mengerjakan berbagai praktik pemrograman, berdiskusi dalam kelompok, dan mempresentasikan proyek sebagai bekal mengajarkan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di sekolah,” ujar Tuti kepada Tribunnewssultra.com, Jumat (24/7/2026).

Pada bidang Kecerdasan Artifisial, peserta mempelajari konsep dasar AI, machine learning, neural networks, agent AI, serta fondasi matematika yang mendukung pengembangan teknologi tersebut. 

Kegiatan juga dilengkapi kunjungan industri ke PT Pos Indonesia untuk melihat penerapan transformasi digital dalam dunia kerja.

Sementara pada bidang STEM, peserta dibekali penerapan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan nyata, termasuk pemanfaatan limbah menjadi energi terbarukan.

Rangkaian kegiatan turut diisi kunjungan industri ke Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kata Wa Ode Tuti, seluruh peserta BTI 2026 harus melalui seleksi berjenjang yang dimulai dari administrasi, dilanjutkan penyusunan esai, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai peserta.

“Seleksinya dimulai dari administrasi, kemudian membuat esai. Peserta yang mengikuti seleksi berasal dari seluruh Indonesia,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.