TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menghadiri peluncuran buku berjudul, menelusuri jejak pengabdian dan lahirnya Surya Palohisme, yang berlangsung di berlangsung di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (24/72026) malam.
Pantauan tribun-medan, acara berlangsung sekira pukul 20.00 WIB. Tampak sejumlah tokoh hadir dalam peluncuran buku yang ditulis Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST.
Diantara tokoh yang hadir seperti, Wakil Ketua MPR RI Dr. Lestari Moerdijat, terlihat juga mantan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi bersama sejumlah tokoh agama dan para akademisi di Sumut.
Perwakilan Konsultan Jenderal sejumlah perwakilan negara yang ada di Medan juga diberikan buku bertandatangan Surya Paloh.
Walikota Medan Rico Waas dan sejumlah Kepala Daerah seperti Bupati Simalungun, Anton Saragih juga hadir. Sementara, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya, tidak terlihat.
Iskandar dalam sambutannya menyampaikan, buku yang dia tulis juga sebagai hadiah kepada Surya Paloh yang baru berusia 75 tahun.
"Buku ini juga sebagai hadiah saya, untuk HUT ke 75 tahun, menelusuri jejak pengabdian Surya Paloh kepada negara. Sebagai rasa hormat dan saya kader beruntung selama 15 tahun di NasDem sebagai murid, sebagai anak ideologis Surya Paloh," kata Iskandar.
Iskandar menjabarkan buku yang dia tulis menceritakan berbagai gagasan Surya Paloh serta tindakan yang dilakukannya.
Cerita dimulai sejak Surya Paloh muda dan tinggal di Medan hingga menjadi pengusaha, pemilik media hingga pemimpin partai.
Menurut Iskandar, dengan segala yang telah dimiliki, Surya Paloh masih terus menyampaikan gagasan dan kegelisahan tentang tujuan Indonesia adil dan makmur.
"Saya mendengar, melihat dan merasakan langkah dan gagasan yang selalu konsisten. Jadi buku ini saya persembahkan bukan saja untuk bapak, tapi seluruh rakyat Indonesia, khususnya kader NasDem," ujarnya.
"Perjalanan panjang dengan proses selama 65 tahun sejak remaja sudah masuk berbagai organisasi, mendirikan perusahaan pers dan menjadi pengusaha, hingga saat ini dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Diusia ke 75 tahun, beliau masih gelisah, dan ingin agar Indonesia yang adil, sejahtera dan keadilan bisa diwujudkan," lanjut Iskandar.
Iskandar berharap, gagasan Surya Paloh untuk melakukan restorasi Indonesia perlu dikerjakan bersama sama.
Lewat buku yang dia tulis, Iskandar ingin pandangan Surya Paloh tentang pembangunan Indonesia kedepan bisa diwujudkan, khusus oleh kader NasDem.
"Negara yang kaya raya, makmur, adil dan sejahtera. Namun kenyataan masih jauh dari harapan. Karena itu Polohisme menganut gagasan, yang sudah dipraktekkan oleh beliau. Nasionalisme, integritas moral dan idealisme."
(cr17/tribun-medan.com)