TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah insiden tak terduga terjadi dalam acara kencan buta yang mendadak berubah menjadi ajang perselisihan rumah tangga.
Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian luas publik setelah seorang pria yang mengaku lajang ternyata masih memiliki istri yang sah.
Dikutip dari Mstar, Jumat (24/7/2026), kejadian itu berlangsung dalam sebuah acara kencan buta dengan konsep bertopeng.
Acara tersebut sejatinya dirancang sebagai wadah bagi para peserta untuk mencari pasangan hidup baru.
Namun, suasana yang semula kondusif berubah menjadi kacau ketika seorang pria berusia 51 tahun naik ke atas panggung dan memperkenalkan dirinya di hadapan peserta lain.
Dalam presentasinya, pria tersebut dengan percaya diri mengaku telah lama berstatus lajang selama beberapa tahun.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya pernah bekerja di Shanghai serta memiliki dua orang anak, masing-masing seorang putra dan seorang putri.
Di hadapan audiens, ia menyatakan keinginannya untuk menemukan cinta sejati dan kembali membangun kehidupan rumah tangga.
Situasi mulai memanas ketika pria itu sedang berinteraksi dengan sejumlah perempuan di atas panggung. Tiba-tiba, seorang wanita dari bangku penonton bergegas naik ke panggung sambil berteriak bahwa pria tersebut telah berbohong.
Wanita itu kemudian secara terbuka menyatakan bahwa dirinya adalah istri sah dari pria tersebut, yang hingga saat ini masih hidup dan belum pernah bercerai secara resmi.
Pengakuan tersebut langsung mengejutkan seluruh peserta dan penonton yang hadir. Ketegangan semakin meningkat ketika pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan.
Melalui mikrofon, ia justru memberikan pernyataan yang mengejutkan, dengan mengatakan bahwa dirinya tidak menginginkan wanita tersebut lagi.
Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak menikah dengan wanita yang mengaku sebagai istrinya itu.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari para penonton. Suasana acara pun berubah menjadi ricuh. Pembawa acara segera turun tangan dengan menegur perilaku pria tersebut yang dinilai tidak pantas dan menyesatkan. Upaya untuk menenangkan situasi dilakukan, namun ketegangan antara kedua pihak tidak dapat segera diredakan.
Keributan sempat berkembang menjadi aksi saling tarik-menarik di atas panggung. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk menghubungi aparat kepolisian guna mengamankan keadaan dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Menanggapi insiden tersebut, pihak penyelenggara acara memberikan klarifikasi bahwa sebelum mengikuti kegiatan, seluruh peserta telah diwajibkan untuk mengisi dan menandatangani dokumen pernyataan status lajang.
Selain itu, peserta juga diminta untuk memberikan informasi pribadi secara lengkap sebagai bagian dari proses verifikasi.
Namun demikian, dalam kasus ini, pria yang bersangkutan diduga sengaja memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ia memanfaatkan celah dalam proses verifikasi untuk dapat mengikuti acara tersebut dengan mengaku sebagai pria lajang.
Akibat perbuatannya, pria tersebut langsung dikeluarkan dari acara oleh pihak penyelenggara. Insiden ini pun memicu kritik dari warganet di media sosial, khususnya terkait efektivitas sistem verifikasi yang diterapkan dalam acara kencan buta tersebut.
Hingga kini, insiden tersebut masih menjadi bahan perbincangan luas di dunia maya, dengan berbagai tanggapan dari masyarakat terkait perilaku individu yang terlibat maupun tanggung jawab penyelenggara dalam memastikan validitas data peserta.
(cr31/tribun-medan.com)