Mati Listrik di Kalteng, Api Bakar Rumah di Sri Rezeki Kereng Bangkirai
Nia Kurniawan July 25, 2026 03:19 AM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Sri Rezeki II, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Jumat (24/7/2026) malam.

Rumah yang dihuni dua orang tersebut terbakar saat kondisi lingkungan sedang mengalami pemadaman listrik. 

Baca juga: Jelang Indonesia vs Kamboja, Nasib Justin Hubner di Piala AFF 2026

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena penghuni rumah sedang berada di luar.

Ketua RT 07 RW 02 Kelurahan Kereng Bangkirai, Gampang mengatakan, kebakaran diketahui warga sekitar pukul 22.15 WIB setelah muncul api yang membakar bagian rumah.

"Saat itu kondisi sedang mati lampu. Karena tidak ada sinyal untuk menghubungi melalui grup lingkungan Sri Rezeki, warga berinisiatif memukul tiang-tiang listrik agar masyarakat keluar dan berkumpul," kata Gampang.

Ia menjelaskan, rumah tersebut saat kejadian dalam kondisi kosong. 

Penghuninya yang merupakan seorang mahasiswi sedang berada di luar rumah sejak sekitar pukul 18.30 WIB.

Menurutnya, warga sempat mendengar adanya suara ledakan sebelum api terlihat membesar. 

Namun, ia belum dapat memastikan sumber maupun penyebab ledakan tersebut.

"Saya hanya mengetahui dari informasi warga yang melihat. Tidak ada yang sempat merekam atau melihat secara jelas. Jadi untuk kebenaran terkait suara ledakan itu kami belum bisa memastikan," ujarnya.

Gampang mengatakan, titik awal api juga belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan kondisi bangunan, warga menduga api kemungkinan pertama kali muncul dari bagian depan rumah.

"Kondisi listrik saat itu masih mati. Sepertinya ada sumber api, tetapi kami belum mengetahui dari mana. Kalau melihat kondisi rumah, kemungkinan dari bagian depan, karena di belakang tidak ada sumber apa-apa," jelasnya.

Saat api mulai membesar, warga sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya seperti ember, selang, dan alat rumah tangga lainnya.

Upaya tersebut dilakukan karena warga khawatir api merembet ke rumah-rumah di sekitar lokasi.

"Karena takut api merembet, warga langsung berusaha memadamkan sebelum mobil pemadam datang," katanya.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kemudian melakukan penanganan. 

Pantauan TribunKalteng.com di lokasi, sejumlah petugas pemadam terlihat masih melakukan pendinginan terhadap bagian rumah yang terbakar. 

Suasana di sekitar lokasi sempat dipenuhi warga yang menyaksikan proses pemadaman, sementara cahaya lampu kendaraan pemadam dan sirene petugas menerangi kawasan yang sebelumnya gelap akibat pemadaman listrik.

Akibat kejadian tersebut, bagian atap depan rumah mengalami kerusakan parah hingga roboh karena material bangunan yang terbuat dari kayu. 

Sementara bagian ruang tengah masih berdiri, namun mengalami dampak akibat kobaran api.

"Bagian atap depan terbakar dan akhirnya roboh karena materialnya dari kayu. Untuk ruang tengah, atapnya masih ada, tetapi kondisinya sudah tidak sempurna karena terkena dampak kebakaran," ungkap Gampang.

Ia menambahkan, rumah tersebut merupakan milik warga setempat yang kemungkinan disewakan dan ditempati oleh keponakannya yang sedang berstatus sebagai mahasiswa.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. (Tribunkalteng)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.