TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 25 Juli 2026.
Tema renungan harian katolik "Kita Diajak untuk Rendah Hati".
Renungan harian katolik disiapkan untuk Pesta St Yakobus, Rasul.
Bacaan hari Sabtu: Bacaan Pertama: 2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28 dan BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16.
Baca juga: Teks Misa Minggu 26 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6.
Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Bait Pengantar Injil:
P: Alleluia
U: Alleluia
Bacaan Injil Katolik: Mat. 20:20-28
P: Inilah Injil Tuhan karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."
Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
"Kita diajak untuk rendah hati"
Dalam Injil hari ini, kita mendengar ibu Yakobus dan Yohanes meminta kedudukan terhormat bagi kedua anaknya dalam Kerajaan Surga. Permintaan ini mencerminkan pemahaman yang keliru tentang makna kebesaran dalam Kerajaan Allah. Yesus dengan sabar menjelaskan bahwa kebesaran sejati tidak terletak pada kekuasaan dan kedudukan, tetapi pada kerendahan hati dan pelayanan kepada sesama.
Yesus memberikan teladan yang jelas, "Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Inilah inti dari kepemimpinan sejati dalam pandangan Kristus. Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kita, hendaknya ia menjadi pelayan. Siapa saja yang ingin menjadi yang terkemuka, hendaknya ia menjadi hamba. Kekristenan
Injil ini menantang kita untuk merefleksikan pemahaman kita tentang kebesaran dan kesuksesan. Apakah kita masih terikat pada pandangan dunia yang mengagungkan kekuasaan dan status? Yesus mengajarkan kepada kita jalan yang berbeda, yaitu jalan kerendahan hati dan pelayanan yang tanpa pamrih. Inilah jalan yang membawa kepada keagungan sejati di mata Allah. Marilah kita belajar dari Kristus untuk melayani sesama dengan kasih dan kerendahan hati.
Ya Tuhan, ajarilah kami untuk memahami makna kebesaran yang sejati dalam kerajaan-Mu. Mampukanlah kami untuk meneladan kerendahan hati dan pelayanan-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).