TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Warga gelar syukuran dan doa bersama atas rampungnya pembangunan jembatan penghubung di Desa Pussui, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (25/7/2026).
Nampak hamparan tikar membentang di atas Jembatan Perintis Garuda yang baru selesai dibangun.
Beragam makanan tradisional, hasil kebun, hingga buah-buahan memenuhi sepanjang jembatan.
Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Pisces Bikin Iri, Gemini Jangan Sampai Salah Chat
Baca juga: Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar Harus Melihat Laut Sebagai Halaman Depan Sulawesi Barat
Masyarakat Desa Pussui bersama prajurit TNI duduk bersimpuh memanjatkan doa syukur.
Suasana penuh haru itu mewarnai syukuran selesainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe Armco sepanjang 20 mete ini.
Syukuran ini dihadiri anak-anak, orang tua, tokoh masyarakat hingga prajurit TNI larut dalam rasa syukur.
Mereka membawa makanan dari rumah masing-masing sebagai bentuk kebersamaan dan ungkapan terima kasih atas hadirnya jembatan yang selama bertahun-tahun rusak parah.
Jembatan sepanjang 20 meter ini dibangun oleh prajurit TNI dari Kodim 1402/Polman, lewat program Jembatan Perintis Garuda.
Kepala Desa Pussui, Kuddin, mengaku haru melihat jembatan yang selama ini hanya menjadi impian masyarakat akhirnya berdiri kokoh.
"Alhamdulillah, apa yang selama ini kami impikan akhirnya menjadi kenyataan,” kata Kuddin.
Dia menyampaikan seluruh masyarakat Desa Pussui bersyukur atas program pembangunan jembatan.
Serta ucapan masyarakat desa terhadap presiden serta kepada seluruh personel TNI Kodim 1402/Polman yang bekerja dengan penuh semangat hingga jembatan ini selesai.
Menurut Kuddin, antusiasme warga yang memadati jembatan untuk mengikuti doa bersama menjadi bukti nyata betapa besar rasa syukur masyarakat.
"Semua datang dengan sukarela membawa makanan dari rumah masing-masing. Ini bukan sekadar syukuran, tetapi ungkapan kebahagiaan karena kini kami memiliki jembatan yang aman dan kokoh untuk aktivitas sehari-hari," tuturnya.
Kini, jembatan yang dahulu hanya ada dalam doa masyarakat telah berdiri membelah sungai.
Tempat yang dulu memisahkan kini justru menjadi ruang berkumpul, tempat warga, tokoh masyarakat, anak-anak, dan prajurit TNI duduk bersama dalam satu hamparan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli