Harga Tomat di Pasangkayu Anjlok Jadi Rp8 Ribu per Kg, Cabai Keriting Malah Naik
Abd Rahman July 25, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Harga sejumlah komoditas hortikultura di Pasar Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, mengalami perubahan cukup signifikan. 

Penurunan paling tajam terjadi pada komoditas tomat yang kini hanya dijual Rp8 ribu per kilogram.

Padahal, beberapa waktu lalu harga tomat sempat menyentuh Rp28 ribu per kilogram. 

Turunnya harga hingga Rp20 ribu membuat para pedagang mengaku harus menyesuaikan harga jual dengan kondisi pasokan yang melimpah.

Baca juga: KPU Pasangkayu Tetapkan 117.401 Pemilih Berkelanjutan Triwulan II 2026, Ini Wilayah Terbanyak

Baca juga: Warga Pussui Polman Gelar Doa Syukur di Atas Jembatan Baru 20 Meter, Bahagia Akses Sudah Lancar

Sementara itu, harga cabai keriting justru mengalami kenaikan. Saat ini cabai keriting dijual Rp40 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram.

Berbeda dengan cabai keriting, harga cabai sirup atau cabai besar merah mengalami penurunan cukup tajam. 

Komoditas tersebut kini dijual Rp38 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram.

Untuk komoditas bawang, harga relatif stabil. Bawang merah masih bertahan di angka Rp35 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih dijual Rp38 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Desa Sarjo, Nur Mala, mengatakan perubahan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasokan dari distributor dan hasil panen.

"Tomat sekarang turun sekali, tinggal Rp8 ribu per kilogram. Cabai keriting justru naik menjadi Rp40 ribu per kilogram, sedangkan cabai sirup turun ke Rp38 ribu," ujar Nur Mala saat ditemui di lapaknya, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir sehingga masih berada di harga normal.

Ia menambahkan, perubahan harga komoditas hortikultura merupakan hal yang lumrah terjadi di pasar tradisional. 

Faktor cuaca, hasil panen, serta kelancaran distribusi menjadi penyebab utama naik turunnya harga.

Meski harga tomat turun drastis, kondisi tersebut disambut baik oleh sebagian pembeli karena dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. 

Namun di sisi lain, pedagang mengaku keuntungan yang diperoleh dari penjualan tomat ikut menurun dibanding saat harga masih tinggi.

Nur Mala berharap harga berbagai komoditas dapat kembali stabil sehingga tidak memberatkan pedagang maupun masyarakat yang berbelanja kebutuhan sehari-hari.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.