HORE ! Petani Sawit Pasangkayu Tersenyum, Harga TBS Naik dan Antrean Mulai Normal
Abd Rahman July 25, 2026 11:47 AM

 


TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Permasalahan harga dan antrean tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu berangsur membaik.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Sabtu (25/7/2026), sejumlah timbangan pengepul yang sebelumnya sempat tutup kini kembali beroperasi. 

Hampir seluruh timbangan sudah membuka layanan pembelian dan memasang papan informasi harga TBS di depan lokasi usaha.

Baca juga: Lahan Depan Lapas Perempuan dan Anak di Kalukku Terbakar, Api Diduga dari Bakar Rumput

Baca juga: Dua Shio Hari Ini Lagi Gacor, Peluang Cuan dan Kabar Baik Menghampiri

Harga yang ditawarkan pun mulai mengalami kenaikan. Di beberapa timbangan, harga TBS sudah menembus lebih dari Rp2.000 per kilogram.

Salah satunya di timbangan pengepul di Desa Tampaure, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu. 

Papan informasi yang terpasang menunjukkan harga pembelian TBS mencapai Rp2.480 per kilogram.

Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi petani sawit yang dalam beberapa pekan terakhir sempat mengeluhkan anjloknya harga dan sulitnya menjual hasil panen akibat penumpukan buah di pabrik maupun di timbangan pengepul.

Selain harga yang mulai membaik, kondisi di area timbangan juga terlihat jauh lebih normal dibandingkan sebelumnya.

Jika beberapa waktu lalu lokasi timbangan dipenuhi tumpukan buah sawit milik masyarakat hingga banyak yang mulai membusuk karena belum dapat dikirim ke pabrik, kini pemandangan tersebut sudah tidak terlihat lagi.

Hanya terdapat beberapa tumpukan kecil buah sawit yang menunggu giliran diangkut. Aktivitas bongkar muat pun berlangsung lebih lancar.

Kerani timbangan, Rahim, mengatakan kondisi saat ini justru berbalik dibanding beberapa waktu lalu.

"Kalau kemarin banjir buah, sekarang justru buah dari masyarakat mulai berkurang. Sekarang malah kurang buah lagi," ujarnya saat ditemui Tribun-Sulbar.com.

Menurut Rahim, berkurangnya pasokan membuat aktivitas di timbangan menjadi lebih terkendali dan tidak lagi dipenuhi antrean panjang kendaraan pengangkut TBS.

Meski demikian, antrean truk di pabrik kelapa sawit masih terjadi.

Namun kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. 

Jika beberapa pekan lalu sopir truk harus menunggu hingga sekitar tujuh hari untuk membongkar muatan, kini waktu tunggu rata-rata hanya sekitar dua hari.

Rahim menilai kondisi tersebut menunjukkan proses penerimaan buah di pabrik mulai berangsur normal sehingga distribusi TBS dari petani ke pabrik menjadi lebih lancar.

Ia berharap situasi ini dapat terus membaik, baik dari sisi harga maupun kelancaran antrean di pabrik.

"Semoga harga sawit bisa terus naik dan antrean di pabrik semakin lancar supaya petani juga tidak lagi kesulitan menjual hasil panennya," harapnya.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.