Jember Luncurkan Layanan Homecare, Wamenkes Sebut Berpotensi Jadi Percontohan Nasional
Samsul Arifin July 25, 2026 12:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah atau homecare diresmikan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Langkah ini sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

Program yang diluncurkan di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026), itu mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan karena dinilai memiliki potensi menjadi model layanan kesehatan bagi daerah lain di Indonesia.

Peluncuran layanan tersebut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, serta Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, gagasan menghadirkan layanan homecare berangkat dari pengalaman pribadinya saat tumbuh di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.

Ia menyaksikan banyak warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan biaya maupun transportasi menuju fasilitas kesehatan.

Selain itu, tingginya angka kemiskinan di Jember yang masih menjadi salah satu tertinggi di Jawa Timur juga menjadi alasan utama pemerintah daerah menghadirkan layanan tersebut.

Menurutnya, kemiskinan turut berdampak pada tingginya persoalan kesehatan, seperti stunting hingga angka kematian ibu dan bayi.

"Waktu kecil saya melihat, orang tidak bisa berobat karena biaya. Atau tidak bisa datang ke fasilitas kesehatan juga karena faktor biaya," ujar Gus Fawait.

Ia berharap layanan homecare mampu menghadirkan akses kesehatan yang lebih merata, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

"Karena itulah, hadir layanan homecare ini untuk mendekatkan layanan ke masyarakat. Karena warga yang hendak berobat ataupun kontrol membutuhkan biaya, membutuhkan transportasi. Jika orang kaya punya dokter pribadi, maka orang yang tidak mampu, warga miskin Kabupaten Jember juga memiliki dokter keluarga," tegas Fawait.

Baca juga: Jawa Timur Miliki 5.766 Lokasi Tracing TBC, Surabaya dan Jember Terbanyak

Didukung 50 Mobil dan 1.200 Tenaga Kesehatan

Layanan homecare akan dijalankan oleh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan dasar langsung ke rumah pasien. Jika pasien membutuhkan penanganan lanjutan, layanan akan diteruskan melalui sistem telemedicine dengan dokter spesialis maupun subspesialis.

Untuk mendukung operasional, Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan 50 unit mobil homecare yang ditempatkan di seluruh puskesmas di wilayah tersebut.

Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan juga disiagakan untuk memberikan pelayanan dari rumah ke rumah.

Fawait menjelaskan, dari total armada tersebut hanya 10 unit merupakan kendaraan baru. Sementara 40 unit lainnya berasal dari mobil dinas pemerintah daerah yang dialihkan untuk mendukung program homecare sebagai bentuk efisiensi anggaran.

"Sehingga yang baru hanya 10 unit, lalu bagaimana sisanya. Kami memutar otak, akhirnya mobil dinasnya kepala OPD kami tarik sehingga terkumpul 40 unit," imbuh Fawait.

Seluruh armada homecare dicat berwarna merah muda (pink) dan dilengkapi identitas layanan, nomor hotline, serta informasi pengaduan masyarakat melalui program "Wadul Gus'e".

Wamenkes Nilai Layak Jadi Percontohan Nasional

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember.

Menurutnya, program tersebut merupakan terobosan yang berpotensi diterapkan di berbagai daerah lain, khususnya wilayah dengan cakupan geografis yang luas.

"Saya kira ini jadi yang pertama yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia. Kami minta ini nanti dua atau tiga bulan ke depan bisa dipaparkan ke kami, karena ini bisa saja jadi percontohan untuk kabupaten dan kota lain," ujar Benjamin.

Ia menilai model layanan homecare sangat relevan diterapkan di Kabupaten Jember yang memiliki wilayah jauh lebih luas dibandingkan DKI Jakarta, sehingga tantangan akses layanan kesehatan juga lebih besar.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kesehatan berencana mengundang Bupati Jember beserta jajaran Dinas Kesehatan dalam dua hingga tiga bulan mendatang untuk mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.

Evaluasi akan mencakup aspek teknis, kebutuhan pendukung, hingga skema pembiayaan agar layanan serupa dapat direplikasi secara nasional.

Benjamin juga menjelaskan bahwa saat ini seluruh biaya operasional homecare, termasuk bahan bakar armada, masih ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember.

"Kemenkes berkomitmen membantu penyediaan pasokan obat-obatan serta perlengkapan medis pendukung untuk petugas homecare di lapangan," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.