TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup untuk mencegah gigi berlubang.
Dokter Spesialis Gigi dan Mulut Anak Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan mengingatkan, teknik menyikat gigi yang benar menjadi faktor utama agar plak dan sisa makanan benar-benar terangkat dari permukaan gigi.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menyikat gigi terlalu cepat.
Akibatnya, masih ada sisa makanan yang menempel dan berubah menjadi plak sehingga memicu gigi berlubang meski seseorang rajin menyikat gigi setiap hari.
Baca juga: Rahasia Indah Furnama Sejak Kecil Bebas Gigi Berlubang: Rutin Flossing Hingga Ganti Sikat Gigi
Dokter Spesialis Gigi dan Mulut Anak, drg. Faizal Hasan, Sp.KGA, mengatakan teknik menyikat gigi memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan rongga mulut.
Menurutnya, kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah menyikat gigi terlalu cepat sehingga proses pembersihan menjadi kurang maksimal.
"Yang paling utama menurut saya jangan terlalu cepat sikat giginya. Gerakannya pelan-pelan, tetapi tetap ada tekanan pada bulu sikat sehingga lebih efektif masuk ke sela-sela gigi," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, metode yang paling umum direkomendasikan adalah gerakan sirkuler atau memutar secara perlahan dari sisi kanan menuju kiri.
Baca juga: Pasien Poli Gigi Capai 40 Orang per Hari, Wabup PPU Dorong Penambahan Fasilitas Kesehatan
Selain bagian depan gigi, permukaan geraham hingga sisi yang menghadap langit-langit maupun lidah juga harus dibersihkan agar tidak ada plak yang tertinggal.
Menurut drg. Faizal, teknik menyikat gigi yang kurang tepat membuat sisa makanan masih menempel dan akhirnya membentuk plak penyebab kerusakan gigi.
"Biasanya ada pasien yang sebenarnya rajin sikat gigi, kondisi giginya secara umum bagus, tapi tiba-tiba ada satu atau dua gigi yang bolong. Itu bisa disebabkan karena cara menyikat giginya belum tepat," ujarnya.
Ia juga menilai bentuk bulu sikat gigi bukan faktor utama yang menentukan hasil pembersihan.
Saat ini tersedia berbagai jenis sikat gigi, mulai dari bulu bergelombang, lurus hingga sikat gigi elektrik.
Baca juga: Berapa Kali Menyikat Gigi dalam 1 Hari? Jangan Lupa Mengganti Sikat Gigi Secara Rutin
Namun, menurutnya, semua jenis sikat tersebut tetap memerlukan teknik menyikat gigi yang benar agar efektif membersihkan plak.
"Bentuk bulu sikat apa pun, menurut saya yang lebih efektif tetap cara menyikat giginya, juga tidak kalah penting untuk mengganti sikat gigi apabila bulu sikatnya sudah rusak secara rutin selama 3 - 4bln." jelasnya.
Khusus untuk anak-anak, drg. Faizal menyarankan penggunaan sikat gigi berbulu lembut agar tidak menimbulkan rasa nyeri maupun iritasi pada gusi saat mulai belajar menyikat gigi.
"Anak-anak sebaiknya menggunakan bulu sikat yang halus di ujungnya. Sehingga tidak terasa nyeri ketika mulai diperkenalkan menyikat gigi. Tetapi bulunya tetap tebal dan padat," pungkasnya. (*)