Laporan Wartawan TribunJatimcom, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Wening Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mencatat kinerja keuangan yang positif hingga akhir semester pertama tahun 2026.
Realisasi pendapatan perusahaan hampir memenuhi target semesteran, sekaligus memperkuat optimisme manajemen untuk mencapai target pendapatan sepanjang tahun.
Meski membukukan capaian yang menggembirakan, perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan.
Di antaranya meningkatkan efisiensi biaya operasional, khususnya konsumsi listrik, serta mengoptimalkan produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Pure.
Direktur Perumda Tirta Wening Kabupaten Trenggalek, Khoirul Ansori, mengatakan target pendapatan perusahaan pada 2026 mencapai sekitar Rp12,5 miliar. Target tersebut berasal dari dua unit usaha, yakni layanan air bersih dan AMDK Tirta Pure.
"Dari keseluruhan target Rp12,5 miliar tersebut, sektor unit pelayanan air bersih PDAM ditargetkan menyumbang sekitar Rp12 miliar. Lalu, dari unit usaha AMDK Tirta Pure ditargetkan sebesar Rp500 juta," ujar Khoirul Ansori saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).
Hingga penutupan semester pertama, realisasi pendapatan perusahaan hampir memenuhi target 50 persen dari proyeksi tahunan atau mendekati 100 persen target semesteran.
"Hasil pendapatan dari sektor operasional PDAM berhasil menghimpun dana sebesar Rp6,451 miliar," ujarnya.
Sementara itu, unit usaha AMDK Tirta Pure membukukan pendapatan Rp234,3 juta, atau sekitar 78 persen dari target semester pertama.
"Insyaallah kami sangat optimistis target tahunan dapat tercapai. Alhamdulillah, hampir seluruh program yang direncanakan sudah terealisasi," terangnya.
Baca juga: 8 Koperasi Desa Merah Putih di Trenggalek Mulai Beroperasi, 54 Lainnya Rampung 100 Persen
Khoirul menjelaskan, sepanjang semester pertama pihaknya memfokuskan pembenahan internal, penguatan manajemen, dan penyelesaian berbagai program kerja.
Selain mengejar target pendapatan perusahaan, Perumda Tirta Wening juga mendapat target menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
"Untuk setoran ke PAD Kabupaten Trenggalek tahun 2026 ini, kami ditargetkan kurang lebih sebesar Rp200 juta. Target ini merupakan gabungan dari unit usaha PDAM dan AMDK," tambahnya.
Dari sisi pelayanan, Perumda Tirta Wening saat ini telah melayani 18.893 sambungan rumah yang tersebar di 13 dari 15 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
"Saat ini kami sudah menjangkau 13 kecamatan. Masih ada dua kecamatan yang belum terjangkau, salah satunya adalah Kecamatan Suruh," ungkapnya.
Perusahaan juga terus meningkatkan kapasitas produksi dan debit air untuk memperbaiki kualitas distribusi kepada pelanggan.
Menurut Khoirul, langkah tersebut berhasil meningkatkan tekanan air di jaringan distribusi sehingga pasokan yang sebelumnya sempat terganggu kini dapat kembali normal.
"Dengan penambahan debit ini, tekanan air semakin meningkat. Alhamdulillah, semenjak hari ini layanan kami untuk pelanggan-pelanggan yang kemarin sempat terhambat sudah bisa terlayani secara nonstop 24 jam penuh," tegasnya.
Di tengah capaian pendapatan yang positif, tingginya biaya listrik masih menjadi tantangan utama bagi Perumda Tirta Wening.
Untuk menekan biaya operasional, manajemen menerapkan sejumlah langkah efisiensi, salah satunya dengan menghentikan operasional empat pompa sumur dalam atau sumur bor yang selama ini mengonsumsi listrik cukup besar.
Menurut Khoirul, keputusan tersebut dapat dilakukan setelah perusahaan berhasil menekan tingkat kebocoran air sekaligus meningkatkan tekanan pada jaringan distribusi utama.
"Kami telah mematikan empat pompa sumur dalam dan sumur bor yang selama ini melayani beberapa wilayah. Langkah ini untuk mengurangi beban listrik yang selama ini cukup tinggi," urainya.
Selain itu, Perumda Tirta Wening juga terus mengkaji berbagai upaya efisiensi lainnya, termasuk pemanfaatan sumber energi yang lebih hemat untuk mendukung operasional perusahaan sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.