POS-KUPANG.COM -- Harga emas masih mengalamai fluktuatif, hal ini membuat para instor terus memantau pergarakan Harga emas .
Dan, cek harga emas hari ini, Sabtu (27/7/2026), dari produk Antam, Galeri 24, dan UBS terpantau mengalami pergerakan yang bervariasi.
Emas batangan kerap dijadikan pilihan instrumen safe haven lantaran dinilai ampuh menjaga nilai aset dari dampak inflasi.
Adapun inflasi dapat diartikan secara sederhana sebagai peningkatan harga barang dan jasa yang terjadi secara bertahap dan terus-menerus.
Di sisi lain, pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) di pasar global senantiasa dinamis akibat beragam faktor, mulai dari arah kebijakan ekonomi, dinamika geopolitik internasional, nilai tukar dolar AS, hingga tingkat permintaan pasar.
Dilansir dari logammulia.com, Sabtu pagi pukul 09.00 WIB, harga emas Antam gramasi 1 gram naik sebesar Rp7.000 dari Rp2.605.000 menjadi Rp2.612.000.
Sementara, dilansir dari galeri24.co.id, harga emas untuk gramasi yang sama dari Galeri 24 turun sebesar Rp27.000 dari Rp2.608.000 menjadi Rp2.581.000.
Penurunan juga dialami harga emas UBS dari yang semula Rp2.620.000, terkoreksi sebesar Rp26.000 menjadi Rp2.594.000.
Berikut daftar harga emas hari ini selengkapnya:
Harga Emas Antam
0.5 gram Rp1.356.000
1 gram Rp2.612.000
2 gram Rp5.164.000
3 gram Rp7.721.000
5 gram Rp12.835.000
10 gram Rp25.615.000
25 gram Rp63.912.000
50 gram Rp127.745.000
100 gram Rp255.412.000
Harga Emas Galeri 24
0.5 gram Rp1.353.000
1 gram Rp2.581.000
2 gram Rp5.100.000
5 gram Rp12.655.000
10 gram Rp25.242.000
25 gram Rp62.765.000
50 gram Rp125.431.000
100 gram Rp250.738.000
250 gram Rp625.305.000
500 gram Rp1.250.608.000
1000 gram Rp2.501.215.000
Harga Emas UBS
0.5 gram Rp1.402.000
1 gram Rp2.594.000
2 gram Rp5.146.000
5 gram Rp12.717.000
10 gram Rp25.299.000
25 gram Rp63.122.000
50 gram Rp125.985.000
100 gram Rp251.871.000
250 gram Rp629.490.000
500 gram Rp1.257.501.000
Emas sebagai Pilihan Instrumen Jangka Panjang
Biaya pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat masyarakat perlu memikirkan cara menyimpan dana yang tidak sekadar aman, tetapi juga mampu menjaga nilainya.
Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Kanwil X Bandung, Anggi Andriani Puji Lestari, mengatakan investasi emas dinilai masih menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, mulai dari biaya sekolah hingga dana haji.
Dikatakan Anggi, emas memiliki karakteristik yang mampu mengikuti laju kenaikan harga atau inflasi.
Oleh sebab itu, menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk emas dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpannya dalam bentuk uang tunai.
"Kalau uang Rp100 juta hanya disimpan di rekening selama 20 tahun, nilainya tetap Rp100 juta. Sementara biaya kuliah bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Itu sebabnya daya beli uang akan berkurang," ucapnya, kepada Tribunjabar.id, Senin (13/7/2026).
Berbeda jika dana tersebut dikonversi menjadi emas. Menurutnya, nilai emas cenderung ikut meningkat dalam jangka panjang sehingga daya belinya tetap terjaga ketika dana tersebut digunakan di masa depan.
"Bila Rp100 juta dibelikan emas, misalnya mendapat sekitar 50 gram, nanti ketika 20 tahun lagi harga emas akan mengikuti kenaikan nilainya. Itu yang membuat emas cocok untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan," ujarnya.
Selain pendidikan, emas juga dinilai tepat untuk mempersiapkan dana pelunasan haji, membeli rumah, kendaraan hingga dana pensiun.
Menurut Anggi, kenaikan harga barang akibat inflasi menjadi alasan utama masyarakat perlu menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset yang nilainya terus bertumbuh.
Dia mencontohkan, dahulu uang Rp100 ribu mampu membeli banyak kebutuhan, sedangkan saat ini jumlah barang yang didapat jauh lebih sedikit.
Fenomena ini menunjukkan daya beli uang terus menurun seiring waktu.
"Emas menjaga nilai kekayaan kita. Jadi bukan hanya menyimpan uang, tetapi menjaga kemampuan membeli di masa depan," katanya.*