TRIBUNNEWS.COM - Timnas voli putri Indonesia kembali menunjukkan perlawanan yang cukup kuat saat menghadapi Korea Selatan pada laga uji coba kedua, Sabtu (25/7/2026).
Meski harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 21-25 di set pertama, skuad asuhan Marcos Sugiyama mampu memberikan perlawanan yang cukup berarti melawan Korea Selatan.
Indonesia sempat memimpin perolehan angka di awal set, namun mulai tertinggal di pertengahan set.
Meski begitu, Srikandi Indonesia juga sempat membuat skor imbang 19-19 setelah mencatat empat poin beruntun.
Namun, Korea Selatan tampil lebih efektif pada momen-momen penentuan sehingga berhasil mengamankan set pembuka.
Meski demikian, penampilan Arsela Nuari Purnama, Mediol Stiovanny Yoku, dan rekan-rekan mendapat apresiasi karena mampu merepotkan tim tuan rumah.
Laga ini merupakan uji coba kedua dari tiga pertandingan yang dipersiapkan PBVSI sebagai bagian dari pemusatan latihan menuju SEA V Cup 2026.
Pada pertemuan pertama dua hari sebelumnya, Indonesia kalah 1-3 (23-25, 25-20, 25-13, 25-15).
Uji coba melawan Korea Selatan menjadi bagian penting dalam persiapan Timnas voli putri Indonesia menghadapi kompetisi internasional.
SEA V Cup 2026, Asian Women's Volleyball Continental Championships 2026 dan Asian Games 2026 menjadi ajang yang akan diikuti Timnas voli putri Indonesia.
Penampilan kompetitif pada set pertama menunjukkan perkembangan permainan Indonesia yang diharapkan terus meningkat menjelang turnamen resmi.
Korea Selatan langsung membuka pertandingan dengan baik. Spike Arsela Nuari berhasil diblok Jeong Ho-young sehingga menghasilkan poin pertama bagi tuan rumah.
Tak lama berselang, serangan Mediol Stiovanny Yoku juga berhasil dibendung blok Korea yang membuat Indonesia tertinggal 0-2.
Indonesia akhirnya memecah kebuntuan melalui spike Mediol Yoku. Outside hitter andalan Indonesia itu kembali mencetak angka setelah berhasil menyambar bola yang melambung di depan net sehingga skor berubah menjadi 2-2.
Momentum kemudian beralih ke Indonesia. Servis menekan dari Rara memaksa Korea Selatan kesulitan membangun serangan, sebelum Arsela menempatkan bola ke area belakang lapangan untuk membawa Indonesia berbalik unggul 3-2.
Pertandingan sejak awal berlangsung menarik dengan rally-rally panjang. Kedua tim sama-sama memperlihatkan kualitas bertahan yang solid dan saling membalas serangan.
Serve error Park Yeo-reum membuat Indonesia kembali unggul 5-4. Namun Korea Selatan segera merespons dan membalikkan keadaan menjadi 8-6.
Indonesia tak membiarkan lawan menjauh. Attack error Kang So-hwi membantu Merah Putih menyamakan skor, sebelum kedua tim kembali terlibat saling kejar angka.
Korea kemudian mulai menemukan ritme permainan. Tip ball yang mengecoh dua blocker Indonesia membawa tuan rumah memimpin 11-8.
Melihat timnya mulai tertinggal, pelatih Marcos Sugiyama segera mengambil time out. Keputusan tersebut terbukti efektif karena Indonesia perlahan memperbaiki permainan hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 13-13.
Setelah itu pertandingan semakin sengit. Korea Selatan sempat kembali menjauh dua poin lewat service ace Yu Ga-ram, kemudian memperlebar keunggulan menjadi 17-14 setelah attack error dari Arsela.
Indonesia kembali bangkit melalui aksi Mediol Yoku. Ia mencatat monster block yang menghentikan spike lawan, kemudian menambah angka melalui service ace yang menyentuh net sebelum jatuh di area Korea Selatan.
Chelsea Berliana ikut menyumbang poin lewat quick attack sehingga Indonesia terus menempel perolehan angka.
Usaha keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Empat poin beruntun berhasil diraih Srikandi Merah Putih hingga skor kembali sama kuat 19-19.
Korea Selatan cukup sering mengandalkan tip ball pada pertengahan set pertama. Namun strategi tersebut mulai mampu dibaca para pemain Indonesia yang tampil disiplin melakukan cover.
Memasuki fase krusial, Korea kembali mengambil alih kendali. Spike Chaca berhasil diblok sehingga tuan rumah unggul 20-19.
Indonesia sebenarnya sempat memperoleh free ball, tetapi kesempatan emas itu gagal dimaksimalkan setelah quick attack Chelsea menyangkut di net. Korea pun memperlebar keunggulan menjadi 21-19.
Keunggulan tuan rumah bertambah menjadi tiga angka melalui block touch. Marcos Sugiyama kemudian melakukan rotasi dengan memasukkan Syelomita menggantikan Arsela.
Pergantian itu sempat memberi dampak positif. Tip ball Syelomita memperkecil ketertinggalan menjadi 23-21 dan menjaga harapan Indonesia.
Namun, serangan berikutnya dari Syelomita justru keluar lapangan sehingga Korea Selatan mencapai set point 24-21.
Pada poin penentuan, spike Chaca kembali berhasil diblok pertahanan Korea Selatan. Tuan rumah pun menutup set pertama dengan kemenangan 25-21 setelah melalui pertarungan yang berlangsung ketat.
(Tribunnews.com/Tio)