TRIBUNNEWS.COM - Kabar miris kembali datang dari dunia pendidikan di Indonesia.
Seorang guru SD di Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, jadi korban penganiayaan setelah menegur siswa yang merokok sambil mengendarai motor di jalan.
Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SDN 17 Balikpapan Timur bernama Muhammad Afdal (31) ini mengaku dikeroyok di depan rumahnya sendiri di Perum Neo Lambada, RT 033, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Selasa (21/7/2026).
Dari pengakuannya, peristiwa ini bermula ketika ia menegur tiga siswa yang sedang merokok saat mengendarai motor.
"Saya pulang dari sekolah saat jam istirahat. Di daerah Tritip saya melihat tiga anak mengendarai motor sambil merokok,"
"Abu rokoknya mengenai saya, sehingga saya menegur mereka agar berhenti merokok," ujarnya kepada TribunKaltim.co, Jumat (24/7/2026).
Afdal justru mendapatkan kata-kata kasar dari salah seorang siswa.
"Salah satu dari mereka menjawab dengan kata-kata kasar. Saya kemudian sempat memegang bagian hoodie atau sweater yang dipakai anak tersebut,"
"Mungkin karena panik dia langsung memutar balik motornya," katanya.
Tak lama setelah itu, Afdal kembali bertemu dengan siswa tersebut.
Afdal pun memberhentikan siswa tersebut dan meminta penjelasan mengenai tindakannya saat merokok di jalan.
Baca juga: Sebelum Dianiaya, Perempuan di Pati Sempat Diteror Pria yang Jadi Pelanggannya, Datang Bawa Linggis
"Saya hanya bilang, 'Berhenti dulu, kenapa kamu lari? Kenapa kamu merokok di atas kendaraan?' Saya tidak memukul ataupun menendang," tuturnya.
Bukannya memberikan penjelasan, siswa tersebut justru menjatuhkan motornya hingga menarik perhatian warga hingga mengaku telah dipukul oleh Afdal.
"Tiba-tiba dia lompat dari motornya lalu menjatuhkan motornya sendiri. Warga berdatangan karena mendengar keributan. Anak itu kemudian berteriak mengaku dipukul dan motornya lecet," katanya.
Afdal akhirnya meninggalkan lokasi supaya tidak terjadi kesalahpahaman.
"Saya tidak ingin ribut. Saya langsung meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah," ujarnya.
Tak lama setelah sampai di rumah, Afdal melihat ada rombongan siswa tersebut melintas di depan rumahnya.
Afdal pun kembali ke sekolah untuk menuntaskan pekerjaannya, namun saat pulang, di rumahnya sudah ada tiga orang siswa dan tiga orang dewasa.
"Istri saya yang pertama kali didatangi. Dia sempat kaget karena banyak orang berkumpul di depan rumah," katanya.
Ia pun meminta maaf karena mengira terjadi salah paham.
"Saya datang baik-baik. Saya bilang, 'Mohon maaf Pak kalau memang ada salah paham. Saya hanya menegur anak di jalan, tidak ada pemukulan'," tuturnya.
Namun, tiba-tiba Afdal dipukul olah diduga paman korban dan dikeroyok oleh para pelaku.
"Salah satu pria dewasa yang katanya paman pelaku langsung memukul saya. Setelah itu saya dikeroyok beberapa orang di depan rumah,"
"Kepala saya bocor. Bagian pipi lebam, kepala benjol, lalu rusuk sebelah sini masih sakit kalau dipakai bernapas," katanya.
Ia pun akhirnya melaporkan apa yang dialaminya ke polisi.
Terpisah, Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Much Chusen mengonfirmasi kejadian ini.
Baca juga: Balita di Bekasi Meninggal Dianiaya Ibu Tiri, Menteri PPPA: Tak Ada Toleransi Bagi Pelaku
Mengutip TribunKaltim.co, dari hasil penyelidikan, salah satu terduga pelaku adalah pelajar berinisial F.
Sedangkan pelaku lainnya sedang dalam pendalaman.
"Saat ini laporan korban telah diterima dan sedang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan terhadap korban maupun pihak-pihak yang berkaitan," ujarnya
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunKaltim.co, Dwi Ardianto)