Meneropong 5 Daerah dengan Pengangguran Terendah di Sumatera
Yandi Triansyah July 25, 2026 02:50 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional, Pulau Sumatera menyimpan cerita manis tentang bagaimana roda perekonomian daerah mampu menyerap tenaga kerja secara optimal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang baru saja diperbarui pada Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional berada di angka 4,74 persen.

Menariknya, sejumlah provinsi di Sumatera justru berhasil menekan angka pengangguran jauh di bawah rata-rata nasional tersebut.

Kunci utama ketahanan ini tak lepas dari kuatnya tiga sektor tulang punggung ekonomi kawasan: pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.

Ketiganya terus bergerak dinamis, menciptakan ruang bagi masyarakat untuk tetap produktif.

Sebagai informasi, TPT sendiri menggambarkan kondisi masyarakat usia kerja yang belum memiliki pekerjaan, baik yang sedang aktif mencari kerja, menyiapkan usaha baru, maupun yang merasa kecil kemungkinan mendapatkan pekerjaan (discouraged workers).

Lantas, daerah mana saja di Sumatera yang paling sukses menjaga warganya tetap berdaya? Berikut peta kekuatan lima provinsi dengan tingkat pengangguran terendah di Pulau Sumatera.

1. Bengkulu: Jawara Ketahanan Kerja di Sumatera (3,37 persen)

Bengkulu mengukuhkan posisinya di urutan teratas sebagai provinsi dengan TPT terendah di Pulau Sumatera, yakni hanya 3,37 persen.

Kuatnya sektor pertanian dan perkebunan rakyat di wilayah ini terbukti menjadi jaring pengaman sosial yang ampuh dalam menyerap tenaga kerja lokal secara masif.

2. Sumatera Selatan: Lumbung Pangan dan Industri Penopang (3,59 % )

Menempel ketat di posisi kedua, Sumatera Selatan mencatatkan angka pengangguran terbuka sebesar 3,59 persen.

Kombinasi antara sektor komoditas perkebunan, pertambangan, serta tumbuhnya industri pengolahan pendukung membuat angkatan kerja di bumi Sriwijaya ini relatif terserap dengan baik.

3. Riau: Daya Tarik Industri Komoditas (4,06 % )

Riau menempati peringkat ketiga dengan tingkat pengangguran sebesar 4,06 persen.

Dominasi sektor kelapa sawit dan industri pengolahan turunannya, ditambah sektor perdagangan yang hidup, terus menjadi mesin penggerak penyerapan tenaga kerja yang stabil di kawasan ini.

4. Jambi: Perekonomian Daerah yang Stabil (4,08 % )

Berada tipis di bawah Riau, Provinsi Jambi mengisi posisi keempat dengan angka TPT sebesar 4,08 persen.

Aktivitas ekonomi berbasis kerakyatan dan sektor pertanian yang terjaga menjadi pilar utama dalam meminimalisasi jumlah pengangguran di wilayah tersebut.

5. Lampung: Pintu Gerbang Sumatera yang Produktif (4,14 % )

Melengkapi daftar lima besar, Lampung mencatatkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,14 persen.

Sebagai pintu gerbang utama Sumatera yang ditopang oleh sektor pertanian skala besar dan lalu lintas perdagangan yang padat, Lampung berhasil menjaga iklim ketenagakerjaannya tetap positif.

Capaian positif kelima daerah ini menjadi bukti nyata bahwa optimalisasi potensi lokal khususnya pada agribisnis dan pengolahan mampu menjadi benteng pertahanan yang solid dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.