- Asia Teratas, Eropa Masih Mendominasi
- Daftar 10 Kota Tujuan Kuliah Terbaik di Dunia Versi QS Rankings 2027 1. Seoul, Korea Selatan 2. Tokyo, Jepang 3. London, UK 4. Melbourne, Australia 5. Munich, Jerman 5. Sydney, Australia 7. Paris, Prancis 8. Berlin, Jerman 9. Wina, Austria 10. Zurich, Swiss
- Indonesia Tak Masuk Top 100
Seoul di Korea Selatan menjadi kota terbaik untuk tujuan kuliah menurut QS Best Student Cities 2027. Seoul berhasil mengalahkan kota-kota di Eropa seperti London, Munich, dan Paris.
QS Best Student Cities 2027 menilai lebih dari 1.500 universitas di seluruh dunia. Dalam hal ini, kota-kota yang dinilai harus memiliki populasi minimal 250.000 mahasiswa dan setidaknya ada dua kampus yang masuk dalam peringkat QS WUR.
Indikator penilaian yang utama yakni:
- Peringkat universitas
- Komposisi mahasiswa
- Daya tarik
- Aktivitas pemberi kerja
- Keterjangkauan biaya
- Pandangan mahasiswa
Asia Teratas, Eropa Masih Mendominasi
Dalam pemeringkatan QS Best Student Cities 2027, dua yang terbaik berasal dari Asia. Setelah Seoul, ada Tokyo di Jepang di peringkat kedua.
Meski begitu, kota-kota di Eropa masih mendominasi top 10 terbaik. Ada enam kota dari Eropa yakni London, Munich, Paris, Berlin, Wina, dan Zurich. Sementara dua kota dari Australia juga masuk sepuluh besar, yaitu Melbourne dan Sydney.
Berikut untuk daftar lengkapnya.
Daftar 10 Kota Tujuan Kuliah Terbaik di Dunia Versi QS Rankings 2027
1. Seoul, Korea Selatan
Skor: 100
2. Tokyo, Jepang
Skor: 98
3. London, UK
Skor: 97,3
4. Melbourne, Australia
Skor: 94,8
5. Munich, Jerman
Skor: 94,1
5. Sydney, Australia
Skor: 94,1
7. Paris, Prancis
Skor: 92,5
8. Berlin, Jerman
Skor: 91,8
9. Wina, Austria
Skor: 90,9
10. Zurich, Swiss
Skor: 90,6
Indonesia Tak Masuk Top 100
Kota dari Indonesia tidak ada yang masuk top 100 dunia. Peringkat terbaik didapatkan oleh Jakarta dan Yogyakarta.
Jakarta berada di peringkat ke-177 dunia dengan skor 55,3 dan posisi ke-27 di Asia. Sementara Yogyakarta berada di peringkat ke-118 dunia dan ke-28 di dunia.
Keduanya mendapatkan skor rendah dari segi 'pandangan mahasiswa' global dan ketertarikan untuk berkuliah di sana.





