BMKG Deteksi 45 Titik Panas di Lampung dan Peringatan Dini Karhutla
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 25, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 45 titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung, Sabtu (25/7/2026).

Baca juga: BPBD Lampung Prediksi Titik Panas Tahun Ini Meningkat

BMKG Stasiun Meteorologi Raden Inten II, mengonfirmasi, lonjakan titik panas ini terjadi seiring memasukinya wilayah Lampung ke dalam masa musim kemarau.

Berdasarkan data pemantauan real time BMKG, Sabtu siang, sekira pukul 13.00 WIB, dari total titik panas yang terdeteksi, 43 titik berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang (medium) dan 2 titik pada kategori rendah (low).

Titik Panas Terbanyak di Way Kanan

Adapun Kabupaten Way Kanan menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas terbanyak, mencapai 15 titik semuanya kategori sedang.

Di kabupaten ini, titik panas terfokus padat di Kecamatan Pakuan Ratu (Desa Bumi Mulya) dan Kecamatan Negara Batin.

Di Kabupaten Lampung Tengah total terdapat 14 titik panas, 12 di antaranya kategori sedang dan 2 kategori rendah.

Sebaran titik panas berada di wilayah Kecamatan Bandar Mataram, Terusan Nunyai, Gunung Sugih, dan Selagai Lingga.

Selain itu, Kabupaten Tulang Bawang juga terpantau terdapat 12 titik panas kategori sedang yang tersebar di Kecamatan Dente Teladas, Gedung Meneng, dan Banjar Margo.

Lalu, Kabupaten Lampung Utara juga terpantau tiga titik panas kategori sedang yang terkonsentrasi di Kecamatan Kotabumi Utara.

Terakhir, Kabupaten Lampung Selatan khususnya Kecamatan Natar terpantau satu titik panas kategori sedang.

BMKG Ungkap Penyebab Munculnya Puluhan Titik Panas

Prakirawan BMKG Lampung, Pebri Sugriansyah, menjelaskan penyebab fenomena peningkatan suhu dan munculnya puluhan titik panas di Bumi Ruwa Jurai.

"Penyebabnya selain karena musim kemarau, hal tersebut juga disebabkan karena tutupan awan yang minim," ujar Pebri dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).

"Untuk suhu rata-rata wilayah Lampung saat ini berada di angka 27 derajat Celcius," imbuhnya.

Namun, suhu tersebut masih berpotensi mencapai hingga di atas 30 derajat, terutama saat memasuki puncak musim kemarau.

BMKG memprakirakan musim kemarau di Provinsi Lampung akan berlangsung hingga awal Oktober 2026 mendatang.

"Musim kemarau diprakirakan akan terjadi hingga awal Oktober, dengan puncak musim kemarau terjadi pada September mendatang," jelasnya.

Ancaman Karhutla 

Mengingat wilayah Lampung yang kini telah memasuki musim kemarau dan dibayangi peningkatan suhu, BMKG memberi peringatan dini terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data historis kejadian, masyarakat dan pemerintah daerah di 7 kabupaten diimbau untuk bersiaga penuh terhadap potensi Karhutla. 

Berdasarkan data historis, ada tujuh wilayah yang rawan Karhulta, yaitu Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Lampung Tengah.

Langkah Antisipasi

Menghadapi potensi dampak kekeringan dan bahaya kebakaran hutan maupun lahan (karhutla), BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi.

Masyarakat diminta bijak menggunakan air dengan menghemat dan mengelola penggunaan air bersih secara efisien selama masa kemarau.

Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah pemicu kebakaran besar.

Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan alat pelindung diri (seperti masker, topi, atau tabir surya) saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi paparan terik matahari langsung.

"Imbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi kekeringan dengan bijak dalam penggunaan air, tidak membakar sampah dan menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan," kata dia.

"Segera melaporkan kepada satgas kebencanaan setempat jika melihat adanya kepulan asap yang mencurigakan," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.