Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Warga Negara Asing (WNA) yang hilang kontak di Teluk Tomini telah ditemukan, Sabtu (25/7/2026) siang.
Kepala Kantor SAR Gorontalo Heriyanto mengungkapkan semua korban Kapal Hilang Kontak ditemukan selamat.
"Tapi masih ada satu, yaitu nahkodanya masih hilang," katanya.
Ia menjelaskan, 11 wisatawan asing dan satu Warga Negara Indonesia (WNI) ditemukan tim SAR gabungan saat operasi pencarian.
Setelah ditemukan, seluruhnya dievakuasi menuju Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.
"Sekarang berada di resort di Tojo Una una," katanya.
Ia memastikan terus melakukan pencarian atau operasi SAR.
Heriyanto membeberkan, speedboat yang ditumpangi patah menjadi dua, (Jumat 24/7/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.
"Informasi yang kami dapatkan, terjadi cuaca buruk sehingga kapal yang ditumpangi mengalami patah," ujarnya.
Baca juga: STQH ke-17 Dampelas Resmi Dibuka, Bupati Donggala Tegaskan Pembangunan SDM Berbasis Nilai Keagamaan
Seluruh penumpang menyelamatkan diri ke rakit sekitar area terjadinya kecelakaan.
Namun, naas nahkoda kapal tetap berada di speedboat saat penumpang telah berpindah ke rakit.
"Waktu evakuasi karena nahkoda ini pandangannya agak kabur, sehingga tetap di kapal," tuturnya.
Sebelumnya, speedboat itu bertolak dari Tojo Una-una, Sulteng menuju Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Berangkat dari Tojo Unauna Jumat (24/7/2026) sekitar pukul.07.00 dan dijadwalkan tiba pukul 11.00 Wita.
Namun, sampai sore hari belum juga tiba di Marisa.
Speedboat ini mengangkut dua WNI atas nama Ferdiansyah (29) dan Arif (27).
Lalu 11 WNA atas nama Milan Klasik (55), Rani Permentier (30), Mathijs Sercu (29), dan Jelka Van Driesum (16).
Selain itu, Hinke Van Deer (59), Roelans Van Driesum (61), Age Van Driesum (18), Matthias Prange (50), Celine Josette Menguy (52), Hector Fabio Prange (20), Ronny Josue Prange (13). (*)