Pemprov Maluku Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Pasca Konflik di Leihitu
Fandi Wattimena July 25, 2026 05:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Provinsi Maluku terus mempercepat upaya pemulihan pasca konflik antar kelompok warga di Negeri Hitu Messing dan Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. 

Update perkembangan terbaru, Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi Progres Pembangunan Rumah Pasca Konflik guna memastikan pembangunan hunian warga terdampak berjalan sebagaimana target rencana 

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Maluku dan dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Maluku, Kasrul Selang pada Jumat (24/7/2026). 

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, TNI-Polri, Pemerintah Negeri, hingga perwakilan warga terdampak konflik.  

Dengan tema yang diusung “Sinergi Bersama Mendorong Percepatan Hunian Layak, Aman, dan Berkelanjutan bagi Masyarakat Jazirah Leihitu”. 

Dalam rapat itu tidak hanya membahas perkembangan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan mempercepat pemulihan sosial di tengah masyarakat. 

Baca juga: Sekolah Rakyat Maluku Tengah Belum Bisa Ditempati, 270 Siswa Kembali ke Rumah

Baca juga: Jalan Lintas Bula-Airnanang Rusak Parah, Pengendara Khawatir Picu Kecelakaan

Dalam arahannya, Kasrul Selang menegaskan bahwa pembangunan rumah bagi warga terdampak menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Maluku dalam penanganan pasca konflik. 

Berbagai persiapan telah dilakukan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Maluku telah melakukan pendataan terhadap seluruh rumah yang mengalami kerusakan sekaligus menghitung kebutuhan matrial masing-masing bangunan. 

Sementara itu, masyarakat pemilik rumah dilibatkan dengan menyediakan tenaga tukang, sedangkan material disiapkan oleh pelaksana berdasarkan perhitungan teknis. 

Dalam kesempatan rapat itu, Kasrul menekankan bahwa pembangunan rumah tidak sebatas dimaknai sebagai bangunan fisik, namun harus bersama mendorong kembali rasa aman, kepercayaan, dan hubungan persaudaraan.  Komitmen itu membutuhkan proses yang lebih panjang melalui rekonsiliasi antar masyarakat kolektif. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi dukungan masyarakat Negeri Morella yang turut menyumbang material kayu untuk pembangunan rumah warga Hitu Messing. 

Berdasarkan laporan Dinas Perkim Pemprov Maluku per 23 Juli 2026, progres pembangunan rumah korban konflik mulai menunjukkan perkembangan positif. 

Material bangunan tahap pertama telah didistribusikan sejak 14 Maret 2026, progres pembangunan rumah korban konflik mulai menunjukkan perkembangan positif. 

Dilaporkan sejumlah pekerja fisik telah berjalan, mulai dari penyelesaian pondasi, pemasangan kusen pintu dan jendela, hingga pembangunan dinding. 

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. 

Beberapa rumah mengalami kerusakan yang lebih berat dari perkiraan awal, sementara kebutuhan material tertentu terutama kayu, masih harus dipenuhi agar pekerjaan tidak kembali mengalami keterlambatan. 

Karena itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan seluruh kebutuhan pembangunan dapat terpenuhi.  

Diketahui, bentrokan antar dua kelompok warga itu terjadi pada Jumat (6/2/2026) lalu. 

Saat kejadian itu menyebabkan adanya korban luka tembak dan kerugian materiil. dua warga sipil, dan dua anggota Polisi menjadi korban penyerangan warga salah satu desa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.