Tribunlampung.co.id, Jakarta - Tampang sopir dan penumpang mobil Toyota Alphard, yang sempat viral akibat bertindak arogan serta mengintimidasi seorang petugas keamanan (satpam) kawasan Bundaran HI, Victor Harefa, akhirnya terekspos ke publik.
Baca juga: Penyesalan Sopir Alphard kepada Satpam Bundaran HI, Gantian Bersujud dan Push Up
Usai aksinya memicu kecaman luas hingga menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, ketiga orang tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Momen pertemuan dan klarifikasi tersebut berlangsung di Polsek Metro Menteng pada Jumat (24/7/2026) malam.
Didampingi jajaran kepolisian, ketiga pelaku yang sempat bersikap intimidatif itu berhadapan langsung dengan Victor dalam suasana hangat namun waut wajah mereka tampak tegang dan tertunduk.
Proses mediasi yang diinisiasi oleh Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, berlangsung maraton sejak pukul 14.40 WIB hingga malam hari.
Dalam iktikad baik tersebut, satu per satu penumpang Alphard berjabat tangan, memeluk Victor, serta mengakui kekhilafan dan perbuatan salah yang telah mereka lakukan di lapangan.
Victor mengaku legawa dan mengapresiasi cara ketiga orang tersebut menyampaikan permohonan maaf secara tulus.
Karena merasa tidak ada lagi rasa dendam, Victor sepakat menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan dan menandatangani surat perdamaian.
"Hari ini mereka telah mengakui kesalahan yang mereka perbuat kepada saya pada saat kejadian tersebut," kata Victor dalam akun Instagram-nya, dilansir TribunnewsBogor.com pada Sabtu (25/7/2026).
Kendati kasus intimidasi berakhir damai secara personal, penanganan hukum atas dugaan pelanggaran lalu lintas dan aturan kepegawaian tetap berlanjut.
Kasus ini kini diserahkan sepenuhnya kepada penagak hukum, di mana Dirlantas serta Propam/Paminal Polda Jawa Barat bakal memproses dugaan pelanggaran etika dan lalu lintas yang dilakukan oleh para pengendara Alphard tersebut.
Lebih lanjut terkait dengan nasib sopir Alphard tersebut, Braiel mengungkap penjelasan.
Ternyata sopir Alphard yang sempat mengaku punya KTA itu adalah benar anggota kepolisian.
Karenanya sopir Alphard tersebut bakal diperiksa oleh Propam Polda Jawa Barat.
Alasannya adalah karena adanya dugaan pelanggaran etik terkait tindakan arogan sopir Alphard tersebut terhadap satpam.
"Terkait dugaan perbuatan arogansi dari rekan pengemudi maupun penumpang, malam ini juga akan ditindaklanjuti dari Bid Propam Polda Jawa Barat," ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
Selain itu, sopir dan penumpang Alphard tersebut juga diproses hukum karena diduga melanggar lalu lintas berupa penggunaan pelat nomor palsu dan menerobos lampu merah.
Kasus tersebut akan ditangani Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
"Terkait dugaan pelanggaran lalu lintas dari pengemudi ini, malam ini juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas Polda Metro Jaya," imbuh AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
Sebelumnya diwartakan, sopir dan penumpang Alphard tersebut viral setelah mengintimidasi satpam di kawasan Bundaran HI.
Hal itu terjadi setelah sopir Alphard nekat menerobos lampu merah.
Victor yang merupakan satpam di kawasan tersebut langsung mengetuk kaca mobil sang sopir Alphard karena melaju kencang hingga menerobos lampu merah.
Tak terima kaca mobilnya diketuk, sang sopir pun langsung turun dari Alphard dan terlibat cekcok dengan Victor.
Sang sopir dan penumpang Alphard lalu menggiring Victor ke Pos Polisi Thamrin.
Di sana terjadi intimidasi dari sopir Alphard terhadap satpam hingga membuat Victor ketakutan sampai sujud minta maaf.
Hal tersebut dilakukan Victor karena diancam bakal diadukan ke pihak vendor lalu dipecat.