Kisah Pilu Mukminah, Penyitas Kanker asal Bener Meriah Berjuang Sendiri hingga Haji Uma Turun Tangan
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perjuangan panjang Mukminah (44), penyintas kanker serviks asal Kampung Kenawat Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, sangat memilukan dan membuat hati Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma tersentuh.
Selama hampir satu dekade, ibu dua anak itu harus bertahan melawan penyakit kanker yang dideritanya sejak 2015.
Namun, di tengah perjuangan melawan penyakit, Mukminah juga harus menghadapi persoalan lain, yakni keterbatasan ekonomi yang membuat proses pengobatannya tidak berjalan maksimal.
Dengan kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas, Mukminah menjalani pengobatan secara berulang di RSUD Kabupaten Bener Meriah hingga RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Namun, rencana untuk mendapatkan pengobatan lanjutan di rumah sakit rujukan yang lebih tinggi kerap terkendala biaya transportasi dan kebutuhan pendamping selama menjalani perawatan.
Kondisi Mukminah kini semakin memprihatinkan. Ia bahkan sudah tidak mampu berjalan dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Dalam beberapa waktu terakhir, ia dirawat di RSUDZA Banda Aceh setelah mengalami koma.
Sementara itu, anak lelakinya, Ahlan Tahir, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga harus berhenti bekerja demi merawat sang ibu.
Ia mendampingi Mukminah baik saat menjalani perawatan di rumah maupun ketika harus dirujuk ke rumah sakit.
Kisah perjuangan Mukminah sampai ke telinga Haji Uma setelah mendapat informasi dari masyarakat Bener Meriah.
Merasa prihatin dengan kondisi tersebut, Haji Uma kemudian mengutus stafnya untuk menjenguk Mukminah di RSUDZA Banda Aceh.
Pada Jumat (24/7/2026) malam, Mulyadi Syarif selaku Staf Ahli DPD RI bertemu Mukminah yang didampingi oleh anaknya, Ahlan di RSUDZA.
Selain untuk mengetahui lebih jauh akan kondisi Mukminah, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk menyerahkan bantuan biaya makan bagi pendamping dan keperluan lainnya guna sedikit banyak dapat meringankan beban.
Dalam pertemuan tersebut, Ahlan bercerita soal kondisi ibunya dan ekonomi keluarga yang tidak mampu.
Karena itu, Mukminah banyak dirawat dirumah karena ketiadaan biaya transport serta biaya makan selama dirumah sakit. Terakhir, ibu nya dirujuk ke RSUDZA karena mengalami koma.
"Kami tidak punya apa-apa dan saya telah lama berhenti kerja karena harus merawat ibu. Dokter menyarankan dirujuk ke Medan atau Jakarta tapi itu berat karena tidak ada biaya untuk transport dan biaya makan", ujar Ahlan kepada Mulyadi.
Haji Uma sendiri secara terpisah menyarankan kepada Ahlan agar baiknya Mukminah langsung dirujuk ke Jakarta.
Haji Uma berjanji membantu biaya sewa tempat tinggal dan biaya makan bagi Mukminah dan Ahlan selama menjalani proses pengobatan di Jakarta nantinya.
Haji Uma juga berharap Pemkab Bener Meriah dan Pemerintah Aceh melalui perangkatnya serta donatur lainnya untuk ikut bersama-sama membantu biaya tiket untuk proses rujukan ke Jakarta.
"Kita miris dengan kondisi Ibu Mukminah, karena itu menyarankan rujukan ke Jakarta agar lebih optimal. Insya Allah kita akan menanggung biaya makan dan tempat tinggal selama berobat,"
"Kita harap pemerintah daerah dan pihak lainnya untuk ikut membantu biaya transportasi sehingga Ibu Mukminah dapat segera dirujuk ke Jakarta", ujar Haji Uma, Sabtu (25/7/2026).
Haji Uma melanjutkan jika Ibu Mukminah adalah satu dari banyak warga Aceh yang mengalami kendala dalam proses berobat karena tidak ada biaya untuk transportasi dan biaya makan serta keperluan lain selama berobat.
Sehingga banyak memilih menunda untuk dirujuk ke rumah sakit karena faktor tidak adanya biaya. Untuk itu, ia berharap kondisi ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah.
"Ibu Mukminah salah satu dari sekian banyak warga Aceh yang menunda atau memilih tidak dirujuk ke rumah sakit karena tiada biaya,"
"Untuk pengobatan memang ditanggung BPJS, namun bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi miskin banyak terkendala biaya jalan dan biaya makan pendamping. Kita berharap kondisi ini menjadi perharian pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya," pungkas Haji Uma. (ar)