Iran Diduga Kirim Agen Rahasia ke Inggris setelah AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Teheran
Ansari Hasyim July 25, 2026 07:23 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Sebuah laporan investigasi mengungkap dugaan bahwa Iran memanfaatkan jaringan penyelundupan internasional untuk menyusupkan orang-orang yang dapat direkrut sebagai aset di Inggris.

Menurut laporan The Telegraph, operasi tersebut dikaitkan dengan Unit 700, unit logistik dan penyelundupan milik Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Unit ini telah dikenai sanksi oleh pemerintah Inggris pada 2024 karena dituduh memfasilitasi aktivitas yang dianggap mengancam stabilitas Inggris dan negara-negara lain.

Selama bertahun-tahun, jaringan tersebut disebut digunakan untuk mengirim senjata, amunisi, dan dana kepada kelompok-kelompok sekutu Iran di Timur Tengah, termasuk di Suriah dan Lebanon.

Baca juga: Iran Laporkan tak Ada Serangan Baru dari AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Masih Tinggi

Namun kini, menurut laporan itu, jalur tersebut juga diduga dimanfaatkan untuk memindahkan migran, narkotika, hingga individu yang berpotensi direkrut sebagai aset operasi rahasia.

Laporan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Inggris setelah pesawat pengebom strategis B-1B Amerika Serikat dilaporkan menggunakan Pangkalan Udara RAF Fairford di Gloucestershire untuk melancarkan misi terhadap target-target di Iran.

Seorang pejabat Iran yang diwawancarai The Telegraph mengatakan Inggris telah menjadikan dirinya sebagai target dengan mengizinkan penggunaan pangkalan tersebut.

"Pesan angkatan bersenjata kami sangat jelas, menjauhlah dari peperangan ini," kata pejabat tersebut.
Ia juga mengklaim bahwa Iran tidak membutuhkan rudal untuk mengancam London.

"Kami memiliki orang-orang di London yang hanya menunggu instruksi. Jalur penyelundupan ini lebih penting daripada rudal bagi kami," ujarnya.

Pejabat Iran lainnya bahkan mengklaim jaringan tersebut dapat digunakan untuk mengancam kota-kota di Inggris hingga kediaman Perdana Menteri jika Teheran menghendakinya.

Jaringan Lama yang Terus Berkembang

Menurut investigasi tersebut, Unit 700 bertugas mengelola jaringan logistik yang memasok senjata ke kelompok-kelompok pro-Iran, sementara Unit 190 menangani pengiriman fisik berbagai muatan.

Dua penyelundup yang diwawancarai The Telegraph mengaku mengetahui sebagian rute menuju Eropa yang, menurut mereka, berada di bawah kendali atau pengaruh pemerintah Iran.

Mereka menyebut jalur tersebut memberi keleluasaan untuk memindahkan orang maupun barang ke Eropa tanpa banyak menarik perhatian.

Salah satu penyelundup mengatakan sebagian besar orang yang direkrut bukanlah agen terlatih, melainkan migran yang terlilit kemiskinan. Sebagai imbalan biaya perjalanan yang lebih murah menuju Inggris, mereka disebut dapat diminta melakukan tugas tertentu setelah tiba di negara tujuan.

Pakar Inggris Bersikap Hati-hati

Meski demikian, sejumlah pakar keamanan Inggris mengingatkan bahwa klaim para pejabat Iran belum tentu mencerminkan kemampuan nyata Teheran.

Dr. Lynette Nusbacher, mantan penasihat keamanan pemerintah Inggris, menilai Iran belum menunjukkan kemampuan menanam agen rahasia jangka panjang di Inggris.

Menurutnya, aktivitas yang selama ini terdeteksi lebih banyak berupa perekrutan individu untuk aksi-aksi kecil seperti vandalisme atau propaganda di media sosial.

Sementara itu, Dr. Kristian Gustafson dari Brunel University berpendapat ancaman Iran kemungkinan lebih diarahkan untuk menciptakan tekanan psikologis dan memicu perdebatan politik di Inggris terkait penggunaan RAF Fairford oleh militer Amerika Serikat.

Ia menilai menyelundupkan sel bersenjata lengkap ke Inggris merupakan operasi yang sangat rumit dan berisiko tinggi sehingga sulit dilakukan tanpa terdeteksi aparat keamanan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.