Status WA Sumarna Seakan Jadi Pertanda Sang Satpam Pergi untuk Selamanya
Noval Andriansyah July 25, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Purwakarta - Unggahan terakhir Sumarna, seorang satpam yang ditemukan tewas mengambang di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7/2026), kini meninggalkan duka sekaligus tanda tanya besar bagi siapapun yang mengenalnya.

Baca juga: Penyesalan Sopir Alphard kepada Satpam Bundaran HI, Gantian Bersujud dan Push Up

Pesan video yang diunggahnya melalui status WA (WhatsApp) beberapa jam sebelum menghilang, seolah menjadi isyarat terakhir keberanian sang penjaga keamanan sebelum pergi untuk selamanya.

Sumarna sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius setelah merampungkan tugas jaga malam pada Kamis lalu.

Keberadaannya baru terkuak saat jasadnya ditemukan kaku mengambang di area Tanggul Kayat dalam kondisi masih mengenakan seragam dinas lengkap dengan kedua tangan terborgol.

Sebelum musibah memilukan itu terjadi, Sumarna sempat merekam dan membagikan video kekesalannya terhadap aksi vandalisme yang mengotori aspal jalanan di area waduk tempatnya bertugas.

Rasa tanggung jawab yang tinggi membuat almarhum tak berdiam diri melihat fasilitas umum dirusak oleh pihak tak bertanggung jawab.

"Sudah dikasih fasilitas, yang nongkrong gratis, masih saja merusak fasilitas umum. Ini masa coret-coret di sini? Saya enggak mau tahu, pokoknya harus dibereskan lagi," tegas Sumarna penuh nada geram dalam rekaman video status WA terakhirnya, dilansir TribunnewsBogor.com.

Dalam unggahan tersebut, almarhum juga menuturkan bahwa dirinya telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan perbuatan jahat para pelaku vandalisme ke pihak berwajib demi menjaga ketertiban lingkungan yang dijaganya.

"Laporan sudah tembus ke polisi, karena memang ada hukum pidananya," ucap Sumarna dalam rekaman itu, beberapa saat sebelum aksinya menegakkan keadilan berakhir dengan penemuan jasadnya yang tragis di waduk tersebut.

Korban beri petunjuk

Status WA Sumarna itu belakangan ramai jadi perbincangan.

Sebab disinyalir Sumarna bak memberikan petunjuk soal terduga pelaku pembunuhannya.

Dari informasi yang berasal dari rekan-rekan korban, Sumarna diketahui sempat menegur sekelompok pemuda yang hendak melakukan vandalisme di wilayah jaganya yakni di Waduk Jatiluhur.

Teguran itu dilakukan Sumarna lantaran kesal melihat fasilitas umum di Waduk Jatiluhur dirusak.

Dilansir dari postingan Instagram infojawabarat, seorang warga mengurai pengakuannya soal Sumarna menegur pemuda yang melakukan vandalisme tersebut.

Ternyata pemuda yang mencoret-coret aspal di Waduk Jatiluhur itu sempat melakukan aksinya pada Rabu (22/7/2026).

Lalu saat mereka kembali lagi pada Kamis, pemuda tersebut kepergok Sumarna.

"Kabarnya dia (Sumarna) melarang orang yang mau curat-coret, ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk," kata warga.

Terkait dengan keterkaitan antara pemuda yang ditegur Sumarna itu dengan dugaan pembunuhan Sumarna, pihak kepolisian masih mendalaminya.

“Benar, saat ditemukan tangan korban dalam kondisi terborgol. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban," ungkap Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara dikutip dari Kompas.com, Sabtu (25/7/2026).

Hingga kini penyebab kematian Sumarna masih diselidiki kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.