Baca juga: Pemkab Muara Enim Lelang Open Bidding : Dua Alat Berat, 30 Kendaraan Dinas, dan Besi Tua
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG — Langkah Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam mencuci gudang ratusan aset daerah berbuah manis. Tidak sekadar merapikan pembukuan neraca, pelaksanaan lelang barang milik daerah (BMD) tahap II sukses meraup pendapatan hingga Rp443,35 juta, bahkan melampaui target yang dipatok sebelumnya.
Lelang yang digelar baru-baru ini mencakup total 372 unit kendaraan dinas dan barang milik daerah. Objek yang dilelang cukup beragam, mulai dari 4 unit mobil, 36 unit sepeda motor, 19 paket kendaraan atau barang, hingga 1 paket scrap (besi tua) alat berat.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten OKI, Farlidena Burniat, menegaskan bahwa lelang ini bukan sekadar ajang mencari pemasukan tambahan untuk kas daerah.
Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan upaya serius pemerintah dalam menertibkan sistem administrasi.
"Lelang ini dilaksanakan dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah transparan dan akuntabel, sekaligus mewujudkan penyajian neraca pemerintah kabupaten OKI lebih akurat," ungkap Farlidena saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/7/2026) siang.
Pelelangan ratusan aset ini merupakan tindak lanjut dari apel kendaraan dinas yang digelar atas permintaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Hal ini bermula saat BPK melakukan pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) OKI Tahun Anggaran 2025.
Melalui apel tersebut, tim memeriksa secara fisik keberadaan dan kondisi kendaraan pelat merah.
Hasilnya, aset-aset yang dinilai sudah uzur dan tidak efektif lagi menunjang operasional pemerintahan langsung didata untuk ditata ulang, salah satunya melalui mekanisme pelepasan lelang.
Pelaksanaan lelang ini dilakukan secara transparan dengan merujuk langsung pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Antusiasme masyarakat dalam memburu aset bekas milik Pemkab OKI ini tergolong sangat tinggi.
Terbukti, hasil lelang tahap II menembus angka Rp443.359.000, melesat dari target awal yang dipatok sebesar Rp424.778.000.
Artinya, terdapat surplus target mencapai Rp18.581.000 atau sekitar 4,37 persen.
Jika diakumulasikan dengan hasil lelang tahap I sebelumnya yang menghasilkan Rp328.589.000, total uang segar yang berhasil disumbangkan ke kas daerah dari kedua tahap lelang tersebut mencapai Rp771.948.000.
Tingginya angka tersebut membuktikan bahwa mekanisme lelang sukses memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersaing secara sehat serta menciptakan harga pasar yang kompetitif berkat penawaran sengit antardepartemen peserta lelang.
Baca juga: Laris! Perhiasan Mewah Sitaan Sandra Dewi Sold Out di Lelang Kejaksaan, Hasil Tembus Rp997 Miliar
Selain mendatangkan tambahan penerimaan bagi daerah, penghapusan aset ini juga otomatis mengurangi beban pencatatan barang di neraca keuangan.
Ketepatan data fisik dan administratif tersebut sangat krusial agar laporan keuangan pemerintah daerah dapat disajikan secara presisi ke depannya.
"Dengan terlaksananya lelang ini, secara neraca aset Pemda jadi lebih ramping dan penyajian data aset semakin akurat. Di sisi lain, hasil penjualan kendaraan dinas membantu penerimaan keuangan pemerintah daerah," pungkasnya.