Polisi Pengemudi Alphard Tugas di Polda Jabar Kini Diproses Propam, Satpam Viral Temui Dedi Mulyadi
Rr Dewi Kartika H July 25, 2026 08:09 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Kasus pengemudi dan penumpang Alphard dengan satpam di Bundaran HI, Jakarta Pusat telah berakhir secara kekeluargaan melalui mediasi yang dilakukan di Polsek Menteng pada Jumat (24/7/2026) malam.

Kedua pihak sama-sama meminta maaf atas cekcok yang terjadi dan memutuskan tak akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

Pengemudi dan dua penumpang Alphard yang bersikap arogan kepada satpam bernama Fiktor Harefa ternyata merupakan oknum polisi yang bertugas di Polda Jawa Barat.

Saat ini ketiganya tengah menjalani proses pelanggaran internal di Propam Jawa Barat.

Sedangkan terkait pelanggaran lalu lintas dan penggunaan plat palsu ditangani oleh Subdit Gakkum Polda Metro Jaya.

"Dari rekan pengemudi maupun penumpang, malam ini juga ditindaklanjuti Bid Propam Polda Jawa Barat," jelas Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu setelah proses mediasi berlangsung.

Temui Dedi Mulyadi

Usai kasusnya berakhir damai, satpam Fiktor ternyata langsung bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Hal itu diketahui dari postingan di media sosial Dedi Mulyadi pada Sabtu (25/7/2026).

Dalam postinganya, Dedi tak hanya berbincang dengan Fiktor terkait kasus yang tengah viral.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu menawarkan Fiktor untuk bekerja sebagai satpam di Bandung, Jawa Barat.

"Bertemu Bang Fiktor, satpam yang kemarin ramai di Bundaran HI. Beliau berniat pindah kerja di Bandung saja," tulis keterangan postingan Dedi Mulyadi dikutip Sabtu (25/7/2026).

Bukan tanpa alasan Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan kepada Fiktor kendati yang bersangkutan saat ini masih bekerja sebagai satpam di proyek MRT Bundaran HI.

Pasalnya, Fiktor diketahui merupakan warga Bandung meskipun berasal dari Nias, Sumatera Utara.

"Tinggal di Pasteur. Dan sengaja ketemu saya hari ini untuk pindah kerja sebagai security.

Jadi insya allah nanti rencananya pindah kerja sebagai security di Jakarta menjadi security di Bandung," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengatakan, nantinya Fiktor akan bekerja sebagai satpam di sekitar Gedung Sate yang saat ini sedang ada proyek penataan halaman Gedung Sate.

Dedi Mulyadi juga meyakini jajaran Polda Jawa Barat akan bersikap tegas pada tiga anggotanya yang melakukan pelanggaran di Bundaran HI.

"Kita juga semua sama-sama saling menghargai tugas kita masing-masing," kata Dedi Mulyadi.

Diproses Propam

Sementara itu, akun media sosial resmi Propam Polda Jabar menyampaikan penanganan pelanggaran kode etik kepada tiga anggotanya yang merupakan pengemudi dan penumpang Alphard viral di Bundaran HI.

"Merespons informasi yang beredar di media sosial terkait insiden yang melibatkan oknum anggota Polda Jabar dengan pengendara Alphard dan security HI:

Kami mengapresiasi iktikad baik dari kedua belah pihak yang telah saling memaafkan secara kekeluargaan. Namun demikian, Bid Propam Polda Jabar menegaskan bahwa proses hukum kedinasan terkait dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin TETAP BERLANJUT," tulis keterangan postingan akun @propam_jabar yang turut memuat foto ketiga pelaku tengah diperiksa dan mengenakan kaus tahanan.

Propam Polda Jabar menegaskan perdamaian secara pribadi tidak menghapus kewajiban anggota Polri untuk tunduk pada aturan profesi.

"Setiap bentuk pelanggaran akan diproses secara tegas, objektif, dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, demi menjaga marwah institusi serta kepercayaan masyarakat," tulisnya.

"Terima kasih kepada Warga Jabar dan netizen yang terus aktif menjadi mitra kami dalam mengawasi kinerja kepolisian. Masukan dan saran Anda adalah wujud kepedulian yang sangat berarti bagi perbaikan kami ke depan," lanjut postingan Polda Jabar.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.