SURYA.co.id, TULUNGAGUNG – Suasana dini hari di kawasan Asrama Penampungan Pinka Timur Sungai Ngrowo, Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Seorang pria asal Kabupaten Trenggalek mengamuk sambil membawa sebilah golok dan berteriak menantang warga sekitar.
Aksi tersebut membuat warga panik.
Beberapa orang memilih menjaga jarak, sementara lainnya bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk hingga aparat kepolisian tiba di lokasi.
Belakangan diketahui pria tersebut berinisial AS (36), warga Desa Salam Wates, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.
Berdasarkan keterangan kepolisian, AS diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Beruntung, proses pengamanan berlangsung tanpa bentrokan maupun tindakan kekerasan. Polisi berhasil mengendalikan situasi dan membawa AS ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui layanan darurat 110 terkait seorang pria yang mengganggu ketertiban lingkungan.
"Sebelumnya masuk laporan dari masyarakat melalui sambungan 110, ada ODGJ yang mengganggu lingkungan," jelas Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto, Sabtu siang.
Menurut Puji, laporan pertama diterima pada Jumat (24/7/2026) menjelang tengah malam. Saat itu AS dilaporkan mengamuk di wilayah Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung.
Pria tersebut membawa senjata tajam sehingga membuat warga sekitar maupun pengguna jalan merasa takut.
Saat laporan pertama diterima, personel patroli Objek Vital (Obvit) dan Patwal Polres Tulungagung telah berada di sekitar lokasi.
Namun sebelum polisi melakukan tindakan, seorang teman AS datang dan berhasil membujuknya untuk pulang.
"Waktu itu di lokasi sudah ada patroli Obvit dan Patwal Polres Tulungagung. Sebelum ditangani, dia dibawa temannya, katanya mau dibawa pulang," sambung Puji.
Karena situasi saat itu telah mereda, petugas memberi kesempatan kepada teman AS untuk membawanya kembali ke rumah.
Namun beberapa jam kemudian, polisi kembali menerima laporan bahwa seorang pria mengamuk di kawasan Pinka Timur, Kelurahan Kutoanyar.
Sesampainya di lokasi, petugas memastikan pria yang kembali membuat keributan tersebut adalah AS.
Saat itu warga telah berkumpul dan mengepung lokasi.
Sejumlah warga bahkan membawa pentungan panjang sebagai langkah antisipasi apabila situasi semakin berbahaya.
Dalam proses pendekatan secara persuasif, AS tiba-tiba meletakkan golok yang dibawanya di atas aspal jalan.
Momen tersebut langsung dimanfaatkan petugas untuk menjauhkan senjata tajam menggunakan sebuah galah sehingga AS tidak lagi memiliki akses terhadap golok tersebut.
Setelah kondisi lebih aman, polisi berhasil mengamankan AS tanpa perlawanan berarti.
"Akhirnya dia berhasil kami amankan dengan damai, tidak ada aksi kekerasan. Semua berjalan dengan aman," ucap Puji.
Usai diamankan, AS langsung dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung guna menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Polisi memastikan proses penanganan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis sehingga tidak terjadi kekerasan terhadap yang bersangkutan.
Situasi di sekitar lokasi kejadian pun kembali kondusif setelah proses evakuasi selesai dilakukan.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya penanganan yang tepat ketika aparat menghadapi seseorang yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, terlebih jika disertai kepemilikan senjata tajam.
Pendekatan yang mengutamakan negosiasi dan memanfaatkan momen saat senjata berhasil dijauhkan mampu menghindarkan bentrokan yang berpotensi membahayakan petugas, warga, maupun individu yang bersangkutan.
Di sisi lain, kejadian ini juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara keluarga, lingkungan sekitar, tenaga kesehatan, dan aparat keamanan agar warga dengan gangguan kejiwaan yang berisiko dapat memperoleh penanganan medis lebih cepat.
Langkah tersebut dapat meminimalkan potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan hak pasien untuk mendapatkan perawatan tetap terpenuhi.