WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Banyak pengendara di Jakarta yang dinilai belum memahami fungsi zebra cross dan pelican crossing sebagai fasilitas penyeberangan untuk memprioritaskan pejalan kaki.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab masih terjadinya pelanggaran hingga memicu perselisihan di jalan, seperti kasus cekcok antara satpam proyek MRT dan pengemudi Toyota Alphard di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, banyak pengendara lupa bahwa zebra cross dibuat untuk memberikan hak utama kepada pejalan kaki saat menyeberang jalan.
"Kita lupa apa fungsi zebra cross dan pelican crossing?" kata Rano Karno, Jumat (25/7/2026).
Baca juga: Alphard Terobos Pelican Crossing Bundaran HI, Dishub DKI: Kendaraan Wajib Utamakan Pejalan Kaki
Menurut Rano, budaya tertib berlalu lintas di Jakarta masih perlu ditingkatkan.
Ia membandingkan kebiasaan pengendara di Indonesia dengan sejumlah negara lain yang dinilai lebih menghormati pejalan kaki.
Rano Karno mengingatkan, marka jalan dibuat untuk dipatuhi, bukan sekadar menjadi pelengkap di jalan raya.
"Fungsi marka jalan itu sangat penting, bukan sekadar tempelan," ucapnya.
Baca juga: Terungkap, Ini Identitas Pengemudi Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Jakarta Pusat
Rano Karno berharap masyarakat semakin sadar mematuhi aturan lalu lintas, termasuk menghormati zebra cross dan pelican crossing.
Menurutnya, ketertiban di jalan tidak hanya bergantung pada pengawasan petugas, tetapi juga pada kesadaran setiap pengendara.
Rano Karno memastikan persoalan antara satpam proyek MRT dan pengemudi Toyota Alphard telah diselesaikan secara damai.
"Mereka sudah ketemu kata sepakat, sudah selesai, kita tahu apa tugas masing-masing," katanya.
Baca juga: Lihat Rekaman CCTV Satpam di Bundaran HI, Pramono Anung Tegaskan Sopir Alphard Harus Diberi Sanksi
Sebelumnya, video cekcok antara satpam proyek MRT dan pengemudi Toyota Alphard di pelican crossing Bundaran HI viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi setelah satpam menegur pengemudi Alphard yang merupakan anggota Polda Jawa Barat karena melintas saat pejalan kaki sedang mendapat giliran menyeberang.
Kasus tersebut kemudian dimediasi oleh kepolisian dan berakhir damai. (m27)