3 Oknum Polisi Intimidasi Satpam di Bundaran HI Ngaku Khilaf, Minta Maaf & Sujud di Hadapan Fiktor
Ardrianto SatrioUtomo July 26, 2026 09:42 AM

- Fiktor Harefa (27), satpam di kawasan Bundaran HI yang terlibat perselisihan dengan pengemudi Toyota Alphard, akhirnya berdamai.

Mediasi tersebut berlangsung di Mapolsek Metro Menteng pada Jumat (24/7/2026).

Fiktor mengaku ingin kembali fokus bekerja dan mencari nafkah setelah peristiwa yang sempat viral tersebut.

Kuasa hukum Fiktor, Wiradarma Harefa, mengatakan kliennya telah memaafkan tindakan arogan yang dilakukan pengemudi Toyota Alphard dan ingin melanjutkan kehidupannya dengan tenang.

Wira juga menegaskan bahwa kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan damai secara tertulis dan sepakat untuk saling memaafkan.

Dalam rekaman video, Fiktor tampak bersalaman dan berpelukan dengan tiga anggota polisi yang berada di dalam mobil Toyota Alphard tersebut.

"Sudah selesai, kami anggap bahwa yang lalu sudah berlalu. Memang pernah ada perselisihan, tapi dengan apa yang dilakukan sekarang, saling memaafkan satu sama lain, akhirnya mereka menerima pengakuan dan kekhilafan masing-masing," ujar Wira.

Wira juga menuturkan bahwa tiga personel itu juga melakukan sujud kepada Fiktor tanpa paksaan dan dengan kesadarannya sendiri.

"Fiktor tidak memaksa melakukan itu (sujud) tapi karena mereka (pengendara Alpard) mengaku dia salah, tanpa paksaan dia melakukan sujud itu sendiri," ucap Wira.

Ketiga oknum polisi tersebut juga mengakui kekhilafan dan kesalahannya.

Usai mediasi, ketiga personel itu langsung dijemput dan diamankan oleh Paminal Polda Jawa Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa Toyota Alphard hitam berpelat D 1828 XHQ yang digunakan ketiga anggota polisi tersebut merupakan kendaraan pribadi, bukan kendaraan dinas.

"Ya itu mobil pribadi, mobil pribadi," kata Braiel.

Namun, pihaknya enggan membeberkan siapa pemilik sebenarnya kendaraan yang menggunakan pelat nomor palsu tersebut.

Secara terpisah, Fiktor mengaku puas dan lega setelah ketiga personel Polda Jawa Barat itu mengakui kesalahan serta meminta maaf secara langsung kepadanya.

"Saya pribadi puas dengan pengakuan dan cara mereka meminta maaf kepada saya, dan dengan ini tidak ada dendam yang masih tersimpan di hati," tulis Fiktor melalui akun Threads @vicolharefa pada Sabtu (25/7/2026) dini hari.

Fiktor juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan warganet yang telah memberikan dukungan kepadanya sejak kasus tersebut menjadi perhatian publik.

Meski telah berdamai, ia mengajak masyarakat untuk tetap mengawal proses hukum yang sedang berjalan dan mempercayakan penanganannya kepada kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.