Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah peristiwa humaniora menarik yang telah terjadi pada pekan ini dan telah kami rangkum untuk dapat dibaca kembali pada akhir pekan ini.
Di antara peristiwa tersebut adalah serba-serbi pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) hingga peringatan Hari Anak Nasional.
1. Nanik S Deyang mundur sebagai Kepala BGN karena alasan kesehatan
Nanik S Deyang telah mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan, seperti yang dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza.
2. Kepala BGN Sudaryono siap tutup dapur MBG yang tak penuhi standar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan menutup dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak mampu memenuhi standar setelah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan.
"Kita sisir mana yang memang kurang, kita suruh perbaiki segera. Kalau enggak bisa disuruh perbaiki, enggak bisa, kita tutup. Jadi kita juga tegas, tapi di sisi lain kita juga apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan kawan-kawan semuanya," kata Sudaryono.
3. Konsolidasi ekonomi umat, MUI gagas pembentukan "Danantara Syariah"
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan kepada pemerintah untuk membentuk "Danantara Syariah" guna mengkonsolidasi seluruh potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang dinilai masih berjalan sendiri-sendiri.
Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis memaparkan bahwa saat ini lembaga Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah hadir untuk mengkonsolidasi seluruh kekuatan ekonomi nasional.
Namun, ia menyayangkan belum ada wadah khusus di dalam Danantara yang bertugas mengkonsolidasi ekosistem keuangan syariah.
"Kita ingin ada yang mengkonsolidasi ekonomi ini. Ketika dikonsolidasi, maka kekuatan akan besar, cost of fund (biaya pendanaan) dalam proses bisnis akan lebih murah, dan kekuatannya bisa mengerjakan proyek-proyek yang lebih besar," katanya.
4. Peringati HAN 2026, Ketua DPR sebut anak harus bebas dari perundungan
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk tumbuh di ruang aman dan juga menekankan pentingnya anak terbebas dari perundungan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Menurut dia, momen Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sedang dibentuk melalui kehidupan jutaan anak Indonesia hari ini.
"Semua anak Indonesia berhak untuk tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, hidup dalam lingkungan yang aman, serta mengembangkan potensi terbaiknya tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarga maupun tempat mereka dilahirkan," kata Puan.
5. HAN 2026, Kemendikdasmen ajak anak kembali bermain dan kurangi gawai
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak masyarakat untuk kembali menggiatkan anak-anak bermain permainan langsung dan mengurangi penggunaan gawai, sebagai bagian dari semangat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen Kurniawan menyampaikan peringatan HAN 2026 tidak hanya seremonial, melainkan momen untuk menyatukan tekad seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
"Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat," ujar Kurniawan.





