Bacaan Injil Katolik Senin 27 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan July 26, 2026 12:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Senin 27 Juli 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XVII.

Bacaan hari Senin: Yer 13:1-11; MT Ul 32:18-19.20.21; Mat 13:31-35 dan BcO Ayb 29:1-10; 30:1.9-23.

Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Senin 27 Juli 2026, Hari Biasa Pekan XVII

Bacaan Pertama: Yer 13:1-11.

Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!"

Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku.

Sesudah itu datanglah firman TUHAN kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya:

Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu!"

Maka pergilah aku, lalu menyembunyikannya di pinggir sungai Efrat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku.

Sesudah beberapa waktu lamanya, berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah segera ke sungai Efrat mengambil dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!"

Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apapun.

Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:

Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem.

Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apapun.

Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar."

Mazmur Tanggapan:  MT Ul 32:18-19.20.21

Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau.

Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.

Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.

Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.

Bacaan Injil Katolik: Mat 13:31-35

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Renungan Harian Katolik

Bacaan pertama (Yeremia 13:1-11) menghadirkan simbol ikat pinggang lenan. Pada awalnya, ikat pinggang itu melekat erat pada pemakainya, tetapi setelah disembunyikan di tepi Sungai Efrat, ikat pinggang itu menjadi lapuk dan tidak berguna. Melalui lambang ini, Tuhan menyatakan bahwa Israel dan Yehuda sebenarnya dipanggil untuk hidup dekat dengan-Nya, menjadi umat yang memuliakan nama-Nya. Namun karena kesombongan, kedegilan hati, dan penyembahan berhala, mereka menjauh dari Tuhan sehingga kehilangan tujuan hidup mereka.

Mazmur Tanggapan mengingatkan agar umat tidak melupakan Allah, Sang Gunung Batu yang menjadi sumber kehidupan. Ketika manusia mengandalkan hal-hal lain dan meninggalkan Tuhan, ia kehilangan dasar yang kokoh.

Dalam Injil (Matius 13:31-35), Yesus memberikan dua perumpamaan: biji sesawi dan ragi. Keduanya menunjukkan bahwa Kerajaan Allah sering bertumbuh dari sesuatu yang kecil dan tampak sederhana. Benih yang kecil dapat menjadi pohon yang besar, dan sedikit ragi mampu mengkhamirkan seluruh adonan. Demikian pula, iman yang dipelihara dengan setia akan menghasilkan buah yang besar dalam kehidupan.

Bacaan dari Kitab Ayub menggambarkan perubahan hidup yang drastis. Ayub mengenang masa kejayaannya, lalu mengungkapkan penderitaan dan penghinaan yang dialaminya. Meskipun demikian, kisah Ayub mengajarkan bahwa iman tidak hanya diuji ketika hidup berjalan baik, tetapi juga ketika mengalami kehilangan dan penderitaan.

Pesan bagi kehidupan

Jagalah kedekatan dengan Tuhan agar hidup tetap memiliki arah dan makna.
Jangan meremehkan hal-hal kecil, karena Tuhan sering bekerja melalui awal yang sederhana.
Tetap setia dalam iman, baik saat mengalami keberhasilan maupun kesulitan.
Jadilah "ragi" yang membawa pengaruh baik di keluarga, tempat kerja, sekolah, dan masyarakat melalui tindakan kasih, kejujuran, dan pengampunan.

Doa

Tuhan yang Mahabaik, dekatkanlah kami selalu kepada-Mu agar hidup kami tidak kehilangan arah seperti ikat pinggang yang menjadi lapuk. Tumbuhkanlah iman kami, walaupun masih kecil seperti biji sesawi, agar menghasilkan buah yang berlimpah bagi sesama. Berilah kami keteguhan hati untuk tetap percaya kepada-Mu dalam suka maupun duka, seperti teladan Ayub. Semoga hidup kami menjadi berkat dan menghadirkan Kerajaan-Mu di tengah dunia. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.