Liputan6.com, Jakarta - Jenis jenis lemak dalam tubuh manusia tidak hanya terdiri dari satu jenis. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Mulai dari menyimpan energi, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung keseimbangan hormon. Namun, ada pula jenis lemak yang jika menumpuk berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Mengutip Healthline yang telah ditinjau secara medis oleh Daniel Bubnis, M.S., NASM-CPT, NASE Level II-CSS, tubuh memiliki tiga jenis utama sel lemak, yaitu lemak putih, lemak cokelat, dan lemak beige (brite). Ketiganya dapat tersimpan sebagai lemak esensial, lemak subkutan, maupun lemak visceral.
Sebagian jenis lemak di tubuh bermanfaat, sedangkan sebagian lainnya dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga kanker jika jumlahnya berlebihan.
Berikut penjelasan mengenai jenis jenis lemak dalam tubuh manusia beserta fungsi dan dampaknya bagi kesehatan.
Lemak putih merupakan jenis lemak yang paling banyak terdapat di tubuh. Lemak ini tersimpan di bawah kulit dan di sekitar organ tubuh, terutama di area perut, lengan, bokong, dan paha.
Fungsi utamanya adalah menyimpan cadangan energi. Selain itu, lemak putih juga membantu mengatur berbagai hormon penting, seperti estrogen, leptin, insulin, kortisol, dan hormon pertumbuhan.
Lemak putih tetap dibutuhkan tubuh tapi jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Menurut American Council on Exercise, persentase lemak tubuh ideal bagi orang dewasa non-atlet adalah:
Jika melebihi kisaran tersebut, risiko penyakit yang dapat meningkat meliputi:
Lemak cokelat lebih banyak ditemukan pada bayi, meski orang dewasa juga masih memilikinya dalam jumlah kecil, terutama di area leher dan bahu.
Berbeda dengan lemak putih, lemak cokelat berfungsi membakar asam lemak untuk menghasilkan panas sehingga membantu menjaga suhu tubuh. Karena kemampuannya membakar energi, jenis lemak ini masih terus diteliti sebagai salah satu cara membantu mencegah obesitas.
Lemak beige atau brite merupakan jenis lemak yang memiliki karakteristik di antara lemak putih dan lemak cokelat.
Seperti lemak cokelat, lemak beige mampu membakar kalori daripada menyimpannya. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga, paparan suhu dingin, serta hormon dan enzim tertentu diduga dapat mengubah sebagian lemak putih menjadi lemak beige.
Di antara jenis jenis lemak dalam tubuh manusia, lemak esensial merupakan lemak yang wajib dimiliki tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.
Lemak ini terdapat pada:
Lemak esensial berperan dalam mengatur hormon, mendukung kesuburan, membantu penyerapan vitamin, serta menjaga suhu tubuh.
Menurut American Council on Exercise, wanita membutuhkan lemak esensial sekitar 10–13 persen dari total komposisi tubuh, sedangkan pria sekitar 2–5 persen.
Lemak subkutan adalah lemak yang berada tepat di bawah permukaan kulit. Sebagian besar lemak tubuh termasuk dalam jenis ini sehingga dapat dicubit pada area lengan, perut, paha, atau bokong.
Dalam jumlah normal, lemak subkutan berfungsi sebagai cadangan energi dan pelindung tubuh. Namun, jika berlebihan, lemak ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan sensitivitas insulin.
Lemak visceral atau lemak perut adalah lemak putih yang tersimpan di rongga perut dan mengelilingi organ-organ penting, seperti hati, ginjal, pankreas, usus, dan jantung.
Di antara seluruh jenis jenis lemak dalam tubuh manusia, lemak visceral merupakan yang paling berbahaya karena berkaitan dengan meningkatnya risiko:

Memiliki komposisi lemak tubuh yang seimbang membantu tubuh bekerja secara optimal. Manfaatnya meliputi:
Kelebihan lemak, terutama lemak visceral, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti:
Salah satu cara yang umum digunakan untuk memperkirakan persentase lemak tubuh adalah metode skinfold, yaitu mengukur ketebalan lipatan kulit menggunakan kaliper pada beberapa titik tubuh, seperti lengan, pinggang, dan paha.

Makanan berlemak bukan satu-satunya penyebab penumpukan lemak tubuh. Meski mengandung kalori lebih tinggi dibandingkan karbohidrat dan protein, lemak tetap dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting.
Sebaliknya, konsumsi makanan olahan yang tinggi gula, tinggi karbohidrat olahan, dan rendah serat juga dapat memicu kenaikan berat badan, terutama meningkatkan penumpukan lemak visceral.
Pada akhirnya, kelebihan kalori dari sumber apa pun --- baik lemak, karbohidrat, maupun protein --- akan disimpan tubuh sebagai cadangan lemak.
Oleh sebab itu, para ahli menyarankan pola makan yang kaya protein, karbohidrat kompleks, serat, dan lemak sehat, serta diimbangi olahraga rutin, terutama latihan kekuatan.
Kombinasi ini dapat membantu meningkatkan metabolisme, mempertahankan massa otot, dan mencegah penumpukan lemak berlebih.