Kontingen Jatim Siap Tempur di LKS Nasional 2026, Gubernur Khofifah Yakin Pertahankan Gelar
Samsul Arifin July 26, 2026 02:33 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas 45 siswa yang tergabung dalam kontingen Jawa Timur untuk mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026.

Kontingen tersebut diharapkan mampu mempertahankan tradisi prestasi sekaligus membawa Jawa Timur kembali meraih gelar juara umum.

Prosesi pelepasan berlangsung di Badan Penghubung Provinsi Jawa Timur, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Khofifah secara simbolis menyematkan jaket kontingen kepada perwakilan peserta didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai.

Di hadapan para peserta, guru pembimbing, dan pendamping, Khofifah membakar semangat kontingen dengan menegaskan optimisme bahwa Jawa Timur mampu kembali mendominasi ajang kompetensi tingkat nasional tersebut.

Menurut Khofifah, keberhasilan Jawa Timur menjadi juara umum dalam tiga edisi sebelumnya merupakan modal besar untuk kembali mencatatkan prestasi pada LKS Nasional 2026. Ia pun meminta seluruh peserta tampil percaya diri dan mengerahkan kemampuan terbaik.

“Semua peserta lomba dari bumi Majapahit yang luar biasa, kita sudah hattrick. Mudah-mudahan tahun ini Jawa Timur mendapatkan medali sebanyak-banyaknya. Insyaallah anak-anakku di sini semuanya hebat, dan dapat memberikan hasil yang terbaik dan kembali menjadi juara umum untuk Jawa Timur,” kata Khofifah.

Baca juga: Lepas 45 Kontingen  LKS Jatim Tingkat Nasional 2026, Gubernur Khofifah Optimis Jatim Raih Juara Umum

Sinergi Jadi Kunci Prestasi Jawa Timur

Khofifah menegaskan keberhasilan Jawa Timur selama ini tidak lepas dari kolaborasi seluruh elemen, mulai dari siswa, guru pembimbing, kepala sekolah, pemerintah daerah, hingga dunia usaha dan dunia industri yang menjadi mitra pembinaan vokasi.

“Kekuatan Jawa Timur ada pada ekosistemnya. Ketika sekolah, guru, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan para orang tua bergerak bersama, lahirlah talenta-talenta terbaik. Sinergi inilah yang harus terus kita rawat untuk membawa Jawa Timur kembali menjadi juara umum,” katanya.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga mengajak seluruh peserta, pembimbing, dan pendamping memanjatkan doa agar seluruh rangkaian kompetisi berjalan lancar dan menghasilkan prestasi terbaik.

“Ya Allah, bukakan pintu kemudahan. Rabbi yassir wa la tu'assir. Ya Allah berikan kemudahan, jangan diberikan kesulitan. Ya Allah sempurnakan seluruh peserta LKS Jawa Timur, jadikan mereka juara umum kembali di tahun 2026 ini,” doanya.

“Selamat berjuang anak-anakku, para mentor, para pendamping, para kepala sekolah, baik yang hadir di sini maupun yang mengikuti secara daring, serta seluruh tim yang telah mempersiapkan kontingen ini dengan sangat baik,” pungkasnya.

Ikuti 38 Bidang Lomba

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan LKS Nasional 2026 akan digelar melalui dua skema, yakni daring dan luring.

Kontingen Jawa Timur akan mengikuti 38 bidang kompetisi, terdiri atas 19 bidang yang dilaksanakan secara daring dan 19 bidang secara luring. Dari pelaksanaan luring tersebut, sebanyak 18 merupakan bidang perlombaan dan satu bidang eksibisi Artificial Intelligence.

Sebanyak 45 siswa diterjunkan dalam ajang ini, terdiri atas 21 peserta daring dan 24 peserta luring maupun eksibisi. Mereka berasal dari 29 SMK negeri dan swasta di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Bidang yang diperlombakan meliputi teknologi digital, teknik dan rekayasa, konstruksi, otomotif, ketenagalistrikan, desain, kesehatan, pariwisata, kecantikan, kemaritiman, pertanian, hingga berbagai kompetensi unggulan SMK lainnya.

Khusus eksibisi Artificial Intelligence, Jawa Timur diwakili tiga siswa dari SMK Telkom Sidoarjo yang dijadwalkan tampil pada 29 Juli 2026 di SMKN 4 Jakarta Utara.

”Pelaksanaan lomba daring akan dipusatkan di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dengan akomodasi peserta di Hotel Fave Sidoarjo. Sementara itu, pelaksanaan lomba luring tersebar di sejumlah lokasi di wilayah Depok, Jakarta, dan Banten,” kata Aries.

“Insyaallah seluruh peserta sudah siap mengikuti LKS Nasional 2026,” imbuhnya.

Pembinaan Dimulai Sejak Awal Tahun

Aries mengatakan pembinaan kontingen tahun ini diperkuat melalui strategi 3M + 3B + 3S. Tiga M meliputi mental juara, mandiri, dan motivasi tinggi. Tiga B terdiri atas berdoa, belajar tanpa lelah, dan berlatih keras. Sementara 3S mencakup sukses persiapan, sukses pertandingan, dan sukses prestasi.

Ia juga mengungkapkan kualitas pendidikan vokasi Jawa Timur tercermin dari enam siswa asal Jatim yang terpilih mewakili Indonesia pada ajang WorldSkills Championship (WSC) di Shanghai dari total 21 peserta nasional.

“Strategi ini kami siapkan untuk membentuk peserta yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki mental juara sehingga mampu mempertahankan gelar juara umum,” katanya.

Ketua Tim Sukses LKS Nasional Jawa Timur Parnoto menambahkan, seluruh peserta telah menjalani proses seleksi dan pembinaan sejak Januari 2026. Mereka mendapatkan pelatihan kompetensi, latihan fisik, pembinaan spiritual, hingga simulasi soal bertaraf nasional dan WorldSkills.

Ia juga mengapresiasi dukungan Gubernur Khofifah beserta Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus menguatkan pembinaan talenta vokasi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatian dan dukungan yang luar biasa kepada kontingen LKS Jawa Timur. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga pembinaan, fasilitas, hingga pembiayaan. Begitu pula Bapak Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh jajaran yang terus mendampingi proses persiapan kami sejak awal,” katanya.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi kontingen untuk kembali mengharumkan nama Jawa Timur.

“Dengan ikhtiar bersama dan izin Allah SWT, kami optimistis Jawa Timur dapat mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya. Target kami minimal mampu menyamai capaian tahun lalu dengan sekitar 20 medali emas nasional, bahkan kalau bisa melampauinya,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.