Polisi Dalami Kematian Satpam yang Ditemukan Terborgol di Danau Jatiluhur, 12 Saksi Diperiksa
Glery Lazuardi July 26, 2026 02:36 PM

TRIBUNNEWS.COM - Penyelidikan kasus tewasnya seorang petugas pengamanan (satpam) objek vital Perum Jasa Tirta (PJT) II yang ditemukan dalam kondisi tangan terborgol di tepi Danau Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, masih terus berlangsung.

Korban yang bertugas di kawasan Waduk Jatiluhur itu ditemukan mengambang di kawasan Tanggul Kayat pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. 

Danau Jatiluhur di Purwakarta adalah waduk buatan terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 8.300 hektare. Lokasinya berjarak ±9 km dari pusat Kota Purwakarta, sehingga relatif dekat dengan pemukiman warga.

Hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih belum diketahui.

Baca juga: Penyebab Kematian Calon Prajurit TNI di Pematangsiantar Diselidiki, Keluarga Minta Jasad Dipulangkan

Upaya Penyelidikan Polisi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), visum, hingga autopsi terhadap jenazah korban.

Autopsi dilakukan oleh tim medis di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, pada Jumat sekitar pukul 18.00 WIB.

Setelah proses tersebut selesai, jenazah dipulangkan ke rumah duka dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan dari para saksi.

"Hingga saat ini kami sudah memeriksa 12 orang saksi, baik dari warga maupun rekan kerja korban. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, serta kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap peristiwa tersebut," kata Made saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).

Selain memeriksa saksi, polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan Perum Jasa Tirta II yang menjadi lokasi korban bekerja.

Menurut Made, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam milik korban, untuk kepentingan penyelidikan.

"HP korban sudah kami amankan. Rekaman CCTV juga sudah kami periksa, namun hingga saat ini masih dilakukan pendalaman," ujarnya.

Meski berbagai upaya penyelidikan telah dilakukan, kepolisian mengaku belum dapat memastikan penyebab kematian korban maupun mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Polisi juga memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial dan disebut-sebut sebagai status terakhir korban. Made menegaskan video tersebut bukan diunggah oleh korban.

"Itu bukan status korban, melainkan milik rekannya," ucapnya.

Video yang beredar memperlihatkan dugaan aksi vandalisme di kawasan jalan tanggul yang diduga berada di sekitar lokasi penemuan jenazah, tepatnya di kawasan Tanggul Ubrug, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta.

Dalam video tersebut tampak sejumlah coretan pada fasilitas umum disertai suara seorang pria yang mengecam aksi vandalisme dan meminta agar lokasi tersebut segera dibersihkan.

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil lengkap autopsi serta terus mendalami seluruh barang bukti yang telah diamankan guna mengungkap penyebab kematian satpam tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.