Nasib Terkini Nevirizal Pejabat Gayo Lues Usai Anaknya Dea Arranoya Viral Pamer Gaya Hidup Mewah
Rusaidah July 26, 2026 02:37 PM

 

POSBELITUNG.CO -- Aksi Dea Arranoya yang flexing di media sosial berdampak pada karier sang ayah, Nevirizal.

Flexing sendiri merujuk pada tindakan seseorang yang memamerkan harta, pencapaian, atau gaya hidup secara berlebihan sering kali di media sosial dengan tujuan untuk menarik perhatian atau mencari pengakuan dari orang lain.

Dea menyampaikan permintaan maaf secara terbuka usai membuat konten pamer hidup mewah.

Sang ayah dr Nevirizal kini menyatakan mundur dari jabatan sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues.

Keputusan pengunduran diri Nevirizal itu ia sampaikan pada Kamis (23/7/2026) melalui pertimbangan yang matang.

Ia menyebut langkah itu merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai pejabat publik yang berkewajiban menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah.

Baca juga: Biodata Muhamad Zulfikar Drakel, Dokter Muda Meninggal di Kamar Mandi Penginapan Metro Lampung

Setelah Nevirizal menyampaikan mengunduran diri, kini giliran anaknya, Dea Arranoya yang buka suara.

Dea Arranoya menyadari kesalahannya flexing dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di media sosial. 

Dalam surat terbuka yang ditandatangani di Banda Aceh pada 22 Juli 2026, Dea mengaku menyesali unggahan tersebut karena dinilai tidak bijak dan telah menimbulkan kegaduhan.

"Saya menyadari bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang tidak bijak," kata Dea dalam surat tersebut.

Ia mengakui tindakannya dapat menyinggung dan melukai perasaan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit bagi sebagian warga.

Menurutnya, unggahan itu juga menciptakan persepsi keliru dan tidak memberikan dampak positif.

Dea turut menjelaskan mengenai unggahan yang menampilkan deretan jeriken BBM.

Ia menyebut konten tersebut merupakan unggahan lama yang dipublikasikan pada 9 Desember 2025.

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Dea mengatakan telah menghapus seluruh konten yang dianggap tidak pantas dari akun media sosialnya.

Baca juga: Bunyi Pesan Sule untuk Adzam Setelah Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat - Video

Ia juga berkomitmen melakukan introspeksi diri dan memperbaiki cara berinteraksi maupun berbagi informasi di ruang publik.

"Dengan adanya kejadian saya benar-benar terpuruk dan sangat menyesal. Saya berharap pintu maaf dapat terbuka untuk kesalahan yang telah saya perbuat," tuturnya.

Dalam bagian penutup surat, Dea menegaskan permohonan maaf tersebut dibuat dengan penuh kesadaran tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

Unggahan Konten Flexing 

Sebelumnya, konten flexing yang diunggah Dea di media sosial hingga mengundang banyak sorotan.

Dalam unggahan tersebut, anak Nevirizal pamer mulai soal biaya pendidikan dokter yang dibiayai sepenuhnya sang ayah hingga liburan ke luar negeri.

Nevirizal dalam kesempatannya mengakui memang keluarganya beberapa waktu lalu terbang ke Arab Saudi hingga Korea.

"Dari mulai umrah lalu ke Korea, saya sendiri tidak ikut dalam perjalanan tersebut karena harus menjalani pengobatan rutin atas penyakit yang sudah lama saya alami," katanya, dikutip dari Serambinews.com, Kamis (23/7/2026).

KRITIK PEDAS -- Gelombang kritik pedas tengah mengarah pada Dea Arranoya, putri dari Nevi Rizal yang kini menjabat sebagai Asisten I Bupati Gayo Lues, Suhaidi. 
KRITIK PEDAS -- Gelombang kritik pedas tengah mengarah pada Dea Arranoya, putri dari Nevi Rizal yang kini menjabat sebagai Asisten I Bupati Gayo Lues, Suhaidi.  (YouTube Posbelitung.co)

Ia di sisi lain mengakui unggahan anaknya memicu polemik di tengah-tengah masyarakat. Oleh karenanya, Nevirizal menyampaikan permohonan maafnya.

"Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus warga Gayo Lues," tandasnya.

Baca juga: Sumber Uang Otto Toto Sugiri Masuk Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes, Segini Harta dan Profil

Bukan cuma memperlihatkan gaya hidup glamor, tindakan Dea yang memamerkan belasan wadah bahan bakar minyak (BBM) di kediamannya turut memicu kemarahan netizen.

Dalam salah satu unggahan Instagram-nya, ia sempat memamerkan tumpukan belasan wadah BBM tersebut.

Tindakan pamer tersebut langsung menuai sentimen negatif dari masyarakat luas, terlebih warga Gayo Lues yang saat ini masih dalam fase bangkit pascabencana alam beberapa bulan lalu.

Kecewa dengan aksi tersebut, publik lantas mendesak agar identitas serta perilaku Dea dan keluarganya disebarluaskan.

Tak butuh waktu lama, akun Instagram @cabinetcouture_season2 yang memang kerap membongkar gaya hidup mewah para figur publik dan pejabat mengunggah ulang bukti tangkapan layar aksi pamer tersebut hingga makin meluas.

Melalui platform TikTok dan Instagram pribadi, Dea kerap membagikan momen-momen liburannya ke mancanegara.

"Hidup kadang di Paris Inggris Jerman," tulis Dea.

Selain foto liburan, Dea juga pernah memposting tangkapan layar percakapan grup WhatsApp keluarganya, memperlihatkan keaktifan sang ayah, Nevi Rizal, dalam merespons obrolan anak dan istrinya.

Di situ, ia kembali menyentil gaya hidup keluarganya saat sang ayah sedang sibuk bertugas.

"Papa kerja, anak istri di Eropa," kata Dea.

Tak berhenti di situ, ungkapan percaya diri mengenai keunggulan hidupnya dibanding orang lain juga sempat ia utarakan lewat akun Instagram @ddeyya.aa.

"Sok mantep bgt lu. Emang mantep, mau diadu dari segi ekonomi, pendidikan, keluarga, pasangan juga ga getar #izinnnn," tulis Dea dalam postingannya di akun Instagram @ddeyya.aa.

Di balik huru-hara media sosialnya, Dea Arranoya sebenarnya memegang riwayat pendidikan yang cukup mentereng.

Berdasarkan data dari pangkalan data PDDikti, ia merupakan lulusan sarjana Pendidikan Dokter Hewan Universitas Syiah Kuala pada tahun 2025.

Usai mengantongi gelar sarjana, Dea langsung melanjutkan jenjang koas di almamater yang sama sejak Agustus 2025 dan saat ini masih menjalani masa pendidikan profesi tersebut.

Menariknya, ia juga terdaftar sebagai mahasiswa Magister (S2) Kesehatan Masyarakat di Universitas Sari Mutiara Indonesia.

Beban biaya pendidikan tingginya itu pun tak luput dari bahan unggahannya.

Dea secara terbuka menyebutkan nominal fantastis yang dihabiskan sang ayah demi mendanai pendidikannya.

"Menghabiskan uang papa kak menyala ukt koas+S2 20jt ++ itu," pungkas Dea.

Nevirizal Mengundurkan Diri

Tak lama setelah itu, Nevirizal mengundurkan diri dari jabatannya. 

Keputusan tersebut disampaikan melalui surat pengunduran diri kepada Bupati Gayo Lues pada Kamis (23/7/2026).

Dalam pernyataannya, Nevirizal mengatakan keputusan itu diambil secara sadar sebagai bentuk tanggung jawab moral karena polemik yang menyeret keluarganya dinilai telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

"Meskipun persoalan tersebut bersifat pribadi, saya menyadari bahwa sebagai pejabat publik saya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga," kata Nevirizal.

Baca juga: Kabur dari Basel, Buron Rampok Emas Berakhir di Belitung, Ditangkap Saat Timbang Ikan - Video

Ia menegaskan, pengunduran diri tersebut dilakukan demi menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sekaligus memberi ruang agar proses evaluasi dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, memastikan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tetap menginvestigasi dugaan pelanggaran etik yang menyeret Nevirizal, meski yang bersangkutan telah mengundurkan diri.

Suhaidi mengatakan tim investigasi akan menelusuri berbagai unggahan yang beredar di media sosial, termasuk yang memunculkan dugaan adanya pelanggaran.

"Kemudian tindak lanjut yang kita lakukan, kita langsung membentuk tim untuk melakukan investigasi tentunya kepada hal-hal yang diposting. Karena ada beberapa hal yang harus kita dalami dari postingan itu," ujar Suhaidi, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/7/2026).

(Serambinews.com/TribunStyle.com/Surya.co/id/Bangkapos.com/Posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.