BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJAR-Tiga rumah di Komplek Fadillah Perdana Lima, Jalan Tembikar Kanan, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, dikatakan ambruk tiba-tiba, Sabtu (25/7/2026).
Peristiwa ambruknya tiga rumah sontak mengejutkan warga sekitar karena bangunan runtuh tanpa tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
Saat kejadian, sejumlah penghuni disebut masih berada di dalam rumah. Warga baru menyadari rumah ambruk setelah terdengar suara runtuhan tiba-tiba.
“Tidak ada tanda apa-apa, biasa saja. Tiba-tiba ada bunyi dan langsung ambruk,” ujar Nisa, warga sekitar.
Kejadian pun membuat warga semakin panik karena penghuni masih berada di dalam rumah. Tercatat rumah yang ambruk bernomor 29, 30, dan 31.
Baca juga: BREAKING NEWS: Rumah Ambruk di Kompleks Fadilah Perdana 5 Banjar, Tewaskan Seorang Remaja
Baca juga: Kecelakaan di Jalur Pelaihari-Banjarmasin, Perempuan Warga Tambangulang Tala Embuskan Napas Terakhir
Di rumah nomor 29 terdapat delapan orang, enam di antaranya dilarikan ke RS Ulin Banjarmasin. Satu korban terkonfirmasi meninggal dunia.
Lima orang luka-luka dilarikan ke rumah sakit, yakni Bintang (3), Wulan (2), Salman (12), bersama ayah dan ibu mereka. Satu korban meninggal dunia atas nama Ibnu Rizki (19).
Sementara di rumah nomor 30 terdapat satu orang luka, namun tidak sampai dibawa ke rumah sakit. Adapun rumah nomor 31, saat kejadian penghuninya berada di luar rumah.
"Listrik mati kan jadi kami di luar, tidak ada tanda apa-apa tiba-tiba rubuh dari situ timbul kena rumah saya juga. Pas saya di sini di luar. Semuanya habis surat-surat yang pasti," ujar Fatia, pemilik rumah nomor 31, sambil terus menangisi rumahnya yang telah runtuh.
Seluruh korban masih berduka. Sedang pemilik rumah nomor 31 berencana tinggal sementara di rumah orangtuanya di Banjarmasin. Korban berharap ada kebijakan dari pihak developer perumahan atas insiden tersebut.
"Mudahan aja diperbaiki dan ada kebijaksanaan lah," ujar Fatia sambil masih mengusap air matanya.
Warga di lokasi pun mengaku khawatir dengan kondisi bangunan rumah di komplek tersebut. Mereka menilai pondasi rumah kurang kokoh dengan tiang-tiang kurus, sementara beberapa bangunan sudah menunjukkan keretakan.
“Di pondasi rasa kurang, kurang kokoh," ujar Fahrul, warga sekitar.
(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)