Penyaluran Bansos PKH dan BPNT di Kopdes Merah Putih Dimulai September, Cek Cara Ambilnya
Tsaniyah Faidah July 26, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT untuk warga desa, termasuk di wilayah Bogor, bakal berubah mulai September 2026.

Pemerintah berencana memindahkan seluruh tempat pencairan bansos ke Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyebut skema baru ini mulai berjalan pada September mendatang.

"Operasi kita perkirakan September," kata pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.

Pemerintah menargetkan ada 25 ribu Kopdes Merah Putih yang siap melayani warga pada bulan tersebut.

Zulhas menjelaskan, nantinya seluruh bansos dari pemerintah akan disalurkan lewat satu pintu saja.

Semua proses pencairan akan dipusatkan di kantor koperasi desa masing-masing.

Tata Cara Pencairan Bansos PKH dan BPNT

Aturan baru ini dibuat supaya warga tidak perlu lagi pergi jauh atau antre lama.

Penerima bansos tak usah lagi datang ke kantor pos atau bank yang lokasinya jauh di kota.

Nantinya, Kopdes Merah Putih akan membuka loket bank khusus hasil kerja sama dengan Bank Himbara.

Bagi penerima PKH seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, uang tunai bisa langsung ditarik di kantor koperasi desa setempat.

Baca juga: Bansos Triwulan III Cair tapi Nama Terhapus? Begini Cara Sanggah Desil Lewat Cek Bansos

Sementara untuk penerima BPNT atau bansos sembako, cara pengambilannya sedikit berbeda.

Uang bantuan tidak dibawa pulang dalam bentuk tunai, tapi langsung ditukarkan dengan bahan pangan di toko milik koperasi.

Warga bisa menukarkannya dengan kebutuhan pokok seperti beras hingga telur.

Lewat cara ini, pemerintah ingin uang bansos tetap berputar di dalam desa sendiri.

Selama ini, uang bansos sering dipakai warga untuk belanja di mall atau supermarket di kota.

Akibatnya, uang dari pemerintah itu langsung mengalir keluar dan tidak dinikmati oleh pedagang desa.

Lewat sistem baru ini, Kopdes Merah Putih wajib membeli bahan pangan dari petani, peternak, dan nelayan lokal.

Jadi, saat warga menukarkan bansosnya, uang tersebut akan berputar dan membantu perekonomian warga desa itu sendiri.

Selain untuk tempat cair bansos, koperasi desa ini juga disiapkan untuk melayani kebutuhan sehari-hari warga.

Pemerintah menyiapkan empat fasilitas utama di setiap koperasi desa.

Pertama, ada toko sembako murah untuk menjaga harga bahan pokok tetap stabil.

Kedua, ada layanan simpan pinjam supaya warga mudah mendapat modal usaha dan terhindar dari jeratan pinjol atau rentenir.

Ketiga, tersedia apotek desa agar warga tidak perlu jauh-jauh ke kota cuma untuk beli obat.

Keempat, ada gudang penyimpanan hasil panen warga.

Gudang ini berguna menampung hasil tani saat panen raya, sehingga harga jual di tingkat petani tidak mendadak anjlok.

Dengan perombakan ini, pembagian bansos diharapkan tak cuma bantu warga miskin, tapi juga bikin ekonomi desa makin hidup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.