Kebakaran Lahan Terjadi Dua Hari Beruntun, Kalak BPBD Kulon Progo Minta Warga Tak Bakar Sampah
Muhammad Fatoni July 26, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kebakaran lahan terus terjadi di Kulon Progo selama beberapa hari terakhir, bahkan cenderung meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo sampai membuat imbauan ke masyarakat sebagai upaya menekan kejadian kebakaran 

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, mengatakan kebakaran lahan terjadi setidaknya dalam 2 hari terakhir secara berturut-turut.

"Seluruh kebakaran lahan ini terjadi di wilayah Kapanewon Pengasih," kata Setiawan pada Minggu (26/07/2026).

Kebakaran lahan pertama terjadi pada Sabtu (25/07/2026) siang di wilayah Padukuhan Parakan, Kalurahan Sidomulyo, Pengasih.

Kebakaran terjadi pada lahan seluas kurang lebih 1 hektare (ha), dekat permukiman warga.

Kebakaran kedua terjadi pada Minggu (26/7/2026) ini di dekat sebuah perumahan yang berada di Kalurahan Margosari, Pengasih.

Tak tanggung-tanggung, lahan yang sama terbakar hingga 2 kali.

"Belum ada 1 jam dari kebakaran yang pertama, tiba-tiba terjadi lagi kebakaran yang kedua," ungkap Setiawan.

Seluruh kejadian kebakaran tersebut langsung ditangani oleh Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kulon Progo.

Proses pemadaman berlangsung hingga 1 jam karena kondisi medan hingga angin yang membuat api cepat merambat.

Baca juga: Peringati Hari Anak Nasional 2026, YIA Kulon Progo Ajak 80 Pelajar SD Keliling Bandara

Bakar Sampah

Setiawan mengatakan kebakaran lahan disebabkan oleh warga yang membakar sampah dekat lahan. 

Percikan api terbawa angin ke lahan kemudian langsung membakar dan meluas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan agar terhindar dari kejadian kebakaran," ujarnya.

Alih-alih membakar, Setiawan mengimbau masyarakat untuk mengolah sampah dedaunan jadi barang bermanfaat.

Seperti menjadi pupuk kompos atau dijadikan penutup permukaan tanah sekitar tanaman.

Dukuh Parakan, Sigit Prihadi menuturkan kebakaran lahan di wilayahnya berawal dari kegiatan kerja bakti ibu-ibu.

Mereka lalu membakar sampah daun kering di dekat lahan.

"Akibat kurang hati-hati, bara api dari bakaran sampah terbang dan jatuh ke sampah daun di lahan kering hingga terjadi kebakaran," jelas Sigit.

Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi warganya agar lebih berhati-hati dalam membakar sampah.

Terutama untuk tidak membakar sampah secara sembarangan. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.