Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG---Ricuh Kongres XXXIV dan Musyawarah Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI yang diselenggarakan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) ricuh, hingga mengakibatkan Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus Taek mengalami luka serius di dahi dan dilarikan ke RSUD Ruteng untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kericuhan itu terjadi saat forum Agenda sidang komisi berlangsung alot dimana terjadi perbedaan pandangan, Jumat 24 Juli 2026 kemarin.
Kericuhan itu pun menjadi viral di media sosial. Tampak video-video yang dibagikan di berbagai platfon media sosial seperti facebook terlihat terjadi aksi bakul pukul, saling dorong, hingga terlihat kursi-kursi di lempar ke arah kerumunan massa saat kericuhan terjadi.
DPC PMKRI Jakarta Pusat Kecam Keras
Dewan Pertimbangan PMKRI Cabang Jakarta Pusat periode 2026/2027, Eleonarius Dawa, S.H., yang kerap di sapa Errizmo dalam siaran pers yang diperoleh TRIBUNFLORES.COM, Minggu 26 Juli 2026, menegaskan, Dewan Pengurus Cabang- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (DPC-PMKRI) Cabang Jakarta Pusat mengecam keras aksi kekerasan dan premanisme yang terjadi di arena Kongres dan Musyawarah Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI itu.
Baca juga: Ratusan Penari Universitas Nusa Nipa Meriahkan Pembukaan Soeratin U-17 dan Pertiwi Cup di Maumere
Ia mengatakan, aksi tidak terpuji tersebut menimpa Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus Taek, yang menjadi korban pengeroyokan oleh oknum-oknum delegasi dari PMKRI Cabang Kupang dan PMKRI Cabang Kefa.
Errizmo, menerangkan, peristiwa tersebut bermula saat forum agenda sidang komisi berlangsung alot terkait perbedaan pandangan antar dua kubu delegasi. Pada saat itu Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat meminta bicara untuk memberikan solusi, lalu kesempatan diberikan oleh pimpinan sidang.
Namun sebelumselesai berbicara untuk memberikan solusi, korban langsung dihampiri oleh delegasi PMKRI cabang Kupang dan Delegasi PMKRI Cabang Kefa. Kemudian korban langsung dipukul dan
dihantam menggunakan kursi oleh oknum delegasi hingga mengalami luka sobek pada bagian dahi.
Akibat kejadian tersebut, korban harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Ruteng dan mendapat 5 jahitan pada luka di dahi.
Dikatakan Errizmo, pasca menjalani perawatan, Delegasi PMKRI Cabang Jakarta Pusat yang didampingi oleh Alumni dan Dewan Pertimbangan DPC PMKRI Cabang Jakarta Pusat secara resmi melaporkan
kejadian tersebut ke Polres Manggarai pada hari Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Errizmo, bahwa tindakan kekerasan tersebut merupakan bentuk kegagalan dalam berproses dan berorganisasi yang jelas-jelas sangat bertentangan dengan semangat dan nilai-nilai "Tiga Benang Merah" PMKRI, yaitu Fraternitas, Kristianitas dan Intelektualitas.
"Dinamika perbedaan pendapat di forum Kongres dan MPA adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari proses kaderisasi. Namun aksi premanisme yang berujung pada kekerasan fisik ini tidak dapat kami tolerir. Apalagi korban adalah Ketua Presidium Cabang Jakarta Pusat, yang merupakan simbol dan marwah PMKRI cabang Jakarta pusat sebagai salah satu Cabang Pendiri PMKRI,"tegasnya.
Sampaikan Empat Sikap Tuntutan
Terkait dengan peristiwa ini, DPC PMKRI Cabang Jakarta Pusat menyatakan empat poin pernyataan sikap yakni, pertama mengutuk dan mengecam segala bentuk kekerasan dan aksi premanisme di lingkungan Kongres dan MPA PMKRI.
Kedua, mendesak aparat Polres Manggarai untuk segera memproses hukum para pelaku secara tegas dan transparan tanpa pandang bulu, agar memberikan efek jera.
Ketiga, meminta pertanggungjawaban moral dan organisasi dari PMKRI Cabang Kupang dan PMKRI Cabang Kefa. Dan ke empat, menuntut agar PP PMKRI dan Cabang Penyelenggara untuk menyikapi dinamika yang terjadi secara tegas sesuai aturan organisatoris.
"Kami akan mengawal proses hukum ini sampai tuntas di Polres Manggarai. Karena tindakan ini telah menciderai marwah PMKRI Cabang Jakarta Pusat. Kami tidak akan tinggal diam,"tutup Errizmo tegas.
Masih Pleno
Ada pun Kongres XXXIV dan Musyawarah Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII sementara ini masih dalam pleno komisi.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng, Margaretha Kartika kepada TRIBUNFLORES.COM, mengatakan saat ini masih pleno komisi, sehingga terkait jadwal pengumuman ketua PMKRI terpilih belum diketahui.
"Saat ini masih pleno komisi," ujarnya singkat. (rob)