Berita Populer di Kepahiang 20 - 26 Juli 2026: Nobar Piala Dunia hingga Mutasi 88 Pejabat
Ricky Jenihansen July 26, 2026 05:53 PM

1. Euforia Nobar Final Piala Dunia, Ratusan Warga Kepahiang Serbu Halaman Kantor Bupati 

Euforia nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kepahiang berlangsung di halaman Kantor Bupati Kepahiang pada Senin (20/7/2026). 

Nobar yang berlangsung meriah tersebut dipusatkan di depan Kantor Bupati Kepahiang dengan menggunakan layar lebar yang telah disiapkan panitia. 

Selain itu, tenda dan kursi juga disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan. 

Tak hanya itu, panitia juga menyediakan kopi, teh, dan makanan ringan yang dapat dinikmati warga selama berlangsungnya pertandingan. 

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com, ratusan warga tampak memadati lokasi nobar sekitar pukul 02.00 WIB. 

Mereka datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepahiang untuk bersama-sama menyaksikan pertandingan final yang mempertemukan dua tim terbaik dunia. 

Suasana nobar berlangsung penuh antusias. 

Sorak sorai penonton beberapa kali terdengar saat pertandingan dimulai, menciptakan atmosfer layaknya berada langsung di stadion. 

Imbauan Bupati Kepahiang 

Bupati Kepahiang Zurdi Nata yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengajak masyarakat menikmati pertandingan dengan penuh kebersamaan serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban. 

Ia berharap pertandingan final Piala Dunia 2026 dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan di tengah perbedaan dukungan terhadap tim favorit masing-masing. 

Zurdi juga mengingatkan masyarakat yang hadir agar bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan nobar berlangsung.

Baca juga: Euforia Nobar Final Piala Dunia, Ratusan Warga Kepahiang Serbu Halaman Kantor Bupati

2. Harga Sayuran di Kepahiang Melonjak, Pedagang Pilih Kurangi Porsi daripada Naikkan Harga 

Kenaikan harga berbagai jenis sayuran dan bumbu dapur di Kabupaten Kepahiang mulai berdampak pada pelaku usaha kuliner.  

Sejumlah pedagang makanan mengaku kesulitan memutar modal karena hampir seluruh bahan baku mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.  

Salah satunya dirasakan Suyatmi (52), pedagang warung makan di Kabupaten Kepahiang. 
Menurutnya, kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas, mulai dari cabai, bawang hingga aneka sayuran.  

Harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp25.000 per kilogram kini naik menjadi Rp40.000 per kilogram. 

Sementara cabai rawit melonjak dari Rp30.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.  

Sedangkan bawang merah dan bawang putih naik dari Rp36.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.  

Kenaikan harga tersebut membuat para pedagang makanan harus memutar otak agar usaha tetap berjalan.  

Meski biaya produksi meningkat, Suyatmi mengaku belum berani menaikkan harga jual makanan karena khawatir pelanggan berkurang. 

Sebagai jalan keluar, ia terpaksa mengurangi porsi makanan yang dijual.  

Menurutnya, kebijakan tersebut ternyata juga berdampak terhadap jumlah pembeli yang datang ke warungnya.  

Suyatmi berharap harga sayuran dan kebutuhan pokok lainnya dapat segera kembali stabil sehingga pedagang kecil tidak terus terbebani dengan tingginya biaya produksi.  

Kenaikan harga komoditas hortikultura ini tidak hanya dirasakan pedagang makanan, tetapi juga mulai dikeluhkan masyarakat karena berpengaruh terhadap kebutuhan sehari-hari dan biaya konsumsi rumah tangga.

Baca juga: Harga Sayuran di Kepahiang Melonjak, Pedagang Pilih Kurangi Porsi daripada Naikkan Harga

3. DPPKBP3A Kepahiang Pastikan Korban Kasus Ayah Setubuhi 2 Anak Kandung di Kepahiang Lanjut Sekolah 

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang terus melakukan pendampingan dan menyampaikan perkembangan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh ayah kandung mereka di Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang. 

Dalam kasus tersebut, terduga pelaku berusia 52 tahun telah diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kepahiang untuk menjalani proses hukum. 

Sementara itu, kedua korban merupakan kakak beradik yang masing-masing berusia 17 tahun dan 12 tahun. 

Perkara ini terungkap setelah kedua korban memberanikan diri menceritakan dugaan kekerasan yang mereka alami kepada sang ibu karena tidak lagi sanggup memendamnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan tindak pidana tersebut disebut telah berlangsung sejak 2018 hingga Januari 2026. 

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, menerangkan proses hukum terhadap terduga pelaku masih berjalan di Polres Kepahiang, sementara DPPKBP3A bersama keluarga terus fokus memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap kedua korban, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental.  

Ia menjelaskan, hingga saat ini kedua korban masih tinggal bersama keluarga dan dalam kondisi yang baik.  

Selain pendampingan psikologis, DPPKBP3A juga memastikan hak pendidikan kedua korban tetap terpenuhi.  

Menurut Linda, salah satu korban untuk sementara belum masuk sekolah karena menunggu selesainya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).  

DPPKBP3A juga memfasilitasi perpindahan sekolah bagi korban yang lebih besar guna memberikan rasa nyaman dan menghindari tekanan sosial akibat kasus yang dialaminya.  

Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi kedua korban hingga proses pemulihan berjalan dengan baik.  

kondisi anak dan ibu korban dalam kasus pria yang setubuhi 2 anak kandung di Ujan Mas, Kepahiang, Bengkulu.  

Terduga pelaku diketahui pria berusia 52 tahun, warga Kecamatan Ujan Mas Kepahiang.  

Sedangkan korban merupakan kakak adik yang merupakan anak kandung terduga pelaku.  

Keduanya merupakan anak di bawah umur, masing-masing berusia 17 tahun dan 12 tahun.
 
Pengungkapan kasus berawal dari pengakuan pilu kedua korban kepada ibunya karena merasa takut dan tidak sanggup lagi menyimpan kejadian tersebut seorang diri.  

Aksi bejat ayah kandung terhadap kedua anak kandung tersebut telah berlangsung sejak 2018 hingga Januari 2026.   

Atas kejadian tersebut pelaku telah diamankan unit PPA Sat Reskrim Polres Kepahiang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.   

Sementara untuk kedua anak dan ibu korban mengalami trauma dan depresi ringan akibat peristiwa tersebut.  

Baca juga: DPPKBP3A Kepahiang Pastikan Korban Kasus Ayah Setubuhi 2 Anak Kandung di Kepahiang Lanjut Sekolah

4. Peringati HUT ke-28 SPI, Petani Kepahiang Desak Penyelesaian Konflik Agraria 

Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Serikat Petani Indonesia (SPI) dimanfaatkan sebagai ajang menyampaikan berbagai aspirasi petani kepada pemerintah pusat.  

Kegiatan yang dihadiri opd terkait dari pemerintah pusat dan Provinsi Bengkulu digelar di Lapangan Desa Sumbersari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Kamis (23/7/2026). 

Selain peresmian koperasi petani kopi juga diisi dengan peresmian Koperasi Perkebunan Kopi dan dialog bersama perwakilan Kementerian Koperasi RI, ATR/BPN Bengkulu, dan Kementerian Pertanian RI.  

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com, ratusan petani tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. 

Berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari konflik agraria, keterbatasan lahan, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), menjadi topik utama dalam dialog tersebut.  

Dewan Pengurus SPI Junaidi mengatakan, SPI telah hadir di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Kepahiang, sejak 2013 dan terus mendampingi petani dalam memperjuangkan hak atas lahan.  

Anggota SPI di Kabupaten Kepahiang mengelola lahan seluas sekitar 1.580,9 hektare.   

Dari jumlah tersebut, sebanyak 96 hektare telah berhasil diredistribusikan oleh Kementerian ATR/BPN kepada petani anggota SPI yang kini telah menerima sertifikat hak milik.  

Junaidi berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah terus bersinergi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi petani.  

Sementara itu, Kepala Desa Sumbersari, Sumino, menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat di Kecamatan Kabawetan menggantungkan hidup pada sektor pertanian hortikultura dan perkebunan.   

Ia juga menyoroti kondisi petani kopi yang sebagian masih mengelola lahan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA).  

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi RI, Krisdianto, memastikan seluruh masukan akan disampaikan kepada Menteri Koperasi untuk dikoordinasikan dengan kementerian terkait.  

Baca juga: Peringati HUT ke-28 SPI, Petani Kepahiang Desak Penyelesaian Konflik Agraria

5. Daftar Lengkap 88 Nama Pejabat Kepahiang Dimutasi 24 Juli 2026: Ada Camat, Sekretaris-Direktur RSUD

Bupati Kepahiang Zurdi Nata resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 88 pejabat administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang pada Jumat (24/7/2026). 
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kepahiang sekitar pukul 13.49 WIB .  

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya di lingkungan Pemkab Kepahiang.  

Bupati Kepahiang Zurdi Nata berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar dapat segera beradaptasi dan langsung tancap gas dalam menjalankan tugas.  

Selain itu, Bupati Nata menegaskan prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh ASN dalam mengemban amanah baru ini. 

Ia meminta para pejabat untuk senantiasa mengedepankan sikap integritas dan ketulusan. 


Terkait dengan pengisian jabatan untuk jenjang Eselon II, Bupati menjelaskan bahwa prosesnya saat ini masih berjalan dan sedang dalam tahap evaluasi. 

Baca juga: Daftar Lengkap 88 Nama Pejabat Kepahiang Dimutasi 24 Juli 2026: Ada Camat, Sekretaris-Direktur RSUD

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.