TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Final Talent Identification Akademi PSM Makassar telah berakhir, Minggu (26/7/2026).
Sebanyak 487 pemain muda dari 11 zona saling ujuk gigi demi meraih tiket masuk skuad Ramang Muda di Elite Pro Academy (EPA) Super League 2026/2027.
EPA merupakan kompetisi usai muda klub Super League, dari usia 16 tahun (U-16), U-18 dan U-20.
Dari 487 pemain muda ikut seleksi final, rinciannya U-16 sebanyak 239 pemain, U-18 146 pemain dan 102 pemain U-20.
Seleksi digelar di Lapangan Bosowa Sport Center (BSC), Jl Teuku Umar, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu-Minggu (25-26/7/2026).
Penilaian pemain dilakukan dengan cara menggelar game internal 11 lawan 11 dengan durasi 1x25 menit.
Total ada 22 pertandingan dilakukan dari tiga kelompok usia.
Mereka dinilai oleh tim kepelatihan Akademi PSM Makassar yang juga legenda Juku Eja.
Yaitu, Direktur Akademi PSM Makassar Akbar Rasyid, Syamsul Bachri, Budiman Buswir, Rasyid Bakri, Ronald Fagundes, Erick Saputra dan analis PSM Makassar Angger Woro Jati.
Pada seleksi final ini, Pendiri Bosowa Corporindo HM Aksa Mahmud hadir menonton.
Pria kelahiran Balusu, Kabupaten Barru ini hadir pukul 14.47 Wita.
Aksa Mahmud didampingi oleh Komisaris PT Persaudaraan Sepak Bola Makassar (PSM) Andi Suruji.
Keduanya langsung duduk di bawah tenda merah yang telah disiapkan.
Tak lama, hadir Direktur Operasional PSM Makassar Rafiuddin Razak.
Disusul Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin.
Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic dan asisten pelatih Valibor Pudar juga datang menonton.
Keduanya tiba di BSC sekira pukul 15.20 Wita.
Terakhir tiba, Direktur Komersial PSM Makassar Hafit Timor Mas'ud.
Seleksi berakhir sekira pukul 16.40 Wita.
Aksa Mahmud dan Darije Kalezic menyempatkan foto bersama dengan jajaran tim pelatih dan pemain yang mengikuti seleksi.
Direktur Akademi PSM Makassar Akbar Rasyid menyampaikan, tim pelatih akan memfinalisasi penilaian pemain yang lolos.
Hasil seleksi akan diumumkan pekan depan.
"Diumumkan satu minggu ke depan," katanya saat ditemui Tribun-Timur.com usai seleksi.
Ia melanjutkan, Akademi PSM tidak membatasi jumlah pemain yang akan diterima.
Seluruh keputusan bergantung pada kualitas peserta yang mengikuti seleksi.
"Kalau yang bagus banyak, maka banyak juga kita ambil. Kita mau maksimal," ucapnya saat ditemui mengenakan jersey berwarna biru.
Setelah skuad terbentuk, Ramang Muda bakal memanaskan mesin tim menghadapi EPA Super League.
Rencananya, pekan kedua Agustus di mulai persiapan.
Pasalnya, awal Oktober 2026 dijadwalkan bergulir EPA.
"Pertengahan Agustus mulai persiapan. Jadwal belum ada (EPA), informasi terakhir didapatkan awal Oktober," sebutnya.
Akbar Rasyid merasa bangga atas perhatian diberikan Aksa Mahmud dan Darije Kalezic yang datang langsung menonton seleksi final.
Mereka meluangkan waktu untuk melihat calon-calon aset muda Laskar Ayam Jantan dari Timur.
"Tentu bangga, Pak Aksa Mahmud sebagai orang tua kami dan pelatih kepala datang. Ini jadi motivasi pemain seleksi. Ini sangat baik ke depan, karena perhatian ke akademi cukup baik," ucapnya.
Ditanya ada pesan diberikan Aksa Mahmud dan Darije Kalezic terkait seleksi, Akbar Rasyid menyebut, tidak ada.
Keduanya hanya datang untuk mendukung.
"Kalau pesan tidak ada, mereka datang support dan ini sangat berarti buat kami," pungkasnya. (*)