TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, akhirnya angkat bicara terkait peristiwa dugaan pencurian yang berujung pada tewasnya seorang warga Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Sanjaya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa tersebut.
"Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pihak yang terdampak," ujar Sanjaya, Minggu (26/7/2026).
Baca juga: Kesedihan Perbekel Sidetapa Dengar Tangis Anak-Anak KD, Tewas Diamuk Massa di Baturiti
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keamanan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat yang selama ini menjadi kekuatan Kabupaten Tabanan.
Di tengah suasana duka, Sanjaya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
"Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Baca juga: Niat Menyalip Berujung Petaka, Pengendara Motor Tewas di Denpasar Bali Usai Bertabrakan dengan Truk
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang terdampak, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menyiapkan santunan sebagai tali kasih. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud empati dan perhatian pemerintah kepada keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
Lebih lanjut, Sanjaya berharap masyarakat tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif agar proses hukum dapat berjalan dengan baik, sehingga kehidupan bermasyarakat dapat kembali berlangsung dalam semangat kebersamaan, kedamaian, dan saling menghargai. (*)