TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Hingga saat ini, Sekolah Rakyat (SR) yang ada di Kabupaten Deliserdang belum berjalan dan melakukan kegiatan belajar mengajar. Padahal, tahun ajaran baru di sekolah lainnya sudah berjalan sejak 13 Juli lalu.
Hal ini lantaran pembangunan proyek gedung sekolah yang berdiri di Desa Tandem Hilir 1 Kecamatan Hamparan Perak, belum selesai 100 persen.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang, Khairuddin Hariman Siregar menyebut, sesuai rencana untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dilakukan pada 30 Juli mendatang. Pada hari itu seluruh siswa akan hadir bersama keluarga. Selanjutnya, para siswa akan tinggal di asrama.
"Kalau di Medan memang sudah masuk tapi kalau kita di Deliserdang MPLS-nya tanggal 30. Belum bisa masuk karena minggu lalu progresnya masih 87,01 persen. Hari ini Kemensos datang melihat lagi perkembangannya. Kalau sudah 90 persen sudah bisa," ujar Khairuddin Hariman Siregar, Sabtu (25/7/2026).
Pria yang dikenal akrab dengan sapaan Rudi ini mengakui, untuk saat ini angkatan pertama siswa SR yang sebelumnya masih ditempatkan di UPT Kementerian Sosial di Desa Lau Bakeri Kecamatan Kutalimbaru juga belum ada aktivitas belajar mengajar.
Baca juga: Sambut Murid Baru, Disdik Medan Gaungkan MPLS Ramah dan Ajarkan 3 Kata Sakti
Mereka akan sama-sama ditempatkan di SR yang baru ini ditanggal yang sama dengan siswa-siswi yang baru. Saat MPLS ini akan ada dibuat launching dimana akan dihadiri Bupati dan diundang Gubernur.
"Biasanya orang Kementerian juga datang tapi belum ada info dari Pusat saat ini. Tanggal 31 Juli nanti dilakukan pemeriksaan kesehatan. Ini untuk memastikan apakah ada yang kena penyakit menular atau tidak. Kalau ada yang menular dirawat dulu," kata Rudi.
Karena saat ini guru-guru di SR ini belum semuanya ada dan masih direkrut, untuk sementara kebutuhannya dibantu dulu oleh Pemkab dan Pemprov. Untuk guru SD dan SMP masing-masing 9 orang guru dan ini akan difasilitasi Dinas Pendidikan Deliserdang. Sementara untuk guru tingkat SMA sebanyak 17 orang akan ditanggungjawabi Pemprov Sumut.
"Katanya 2 bulan lagi baru selesai perekrutannya makanya ini gurunya diperbantukan dulu. Guru tamu istilahnya," sebut Rudi.
Untuk tanggal 3 Taruna Akmil juga dijadwalkan datang ke SR ini. Hal ini untuk memberikan pelajaran bina mental kepada siswa siswinya.