TRIBUN-MEDAN.com – Seorang oknum anggota TNI berpangkat Sersan Kepala (Serka) berinisial DAK digerebek bersama seorang perempuan berinisial TAW di sebuah hotel kawasan Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026).
Penggerebekan dilakukan oleh Polisi Militer (Denpom IV/5 Semarang) setelah adanya laporan dari istri DAK, Maylinda Anggun Chyntiana (29), serta suami TAW, Anggun Brillian (31).
Kronologi Penggerebekan
Maylinda mengaku sudah mengetahui rencana pertemuan suaminya dengan TAW sejak sehari sebelumnya.
Ia memperoleh bukti berupa pemesanan hotel dan tiket perjalanan.
“Iya, jadi saya tahu dua orang ini mau check-in tanggal 24 kemarin. Ada bukti booking hotel dan tiket kereta, mereka satu gerbong kursi sebelahan,” ungkap Maylinda.
Setelah berkoordinasi dengan Anggun, keduanya melapor ke Denpom IV/5 Semarang.
Petugas kemudian mendampingi mereka menuju hotel.
Saat penggerebekan, DAK sempat mencoba kabur, namun berhasil diamankan.
Latar Belakang Hubungan
Anggun mengungkap bahwa istrinya, TAW, pernah berpacaran dengan DAK saat SMP di Pekalongan.
Ia sempat memaafkan istrinya demi anak dan keluarga, namun kembali mencurigai adanya hubungan terlarang.
“Saya enggak ada ampun lagi kalau ini. Anak jadi korban, orang tua juga korban. Ini sudah dua kali dengan orang yang sama,” tegas Anggun.
Istri Ajukan Cerai
Maylinda menyebut dugaan perselingkuhan pertama kali diketahui pada 19 Agustus 2024.
Sejak itu ia pisah rumah dan tidak menerima nafkah.
“Selama dua tahun saya pisah rumah, tidak dinafkahi. Saya sudah mengajukan izin cerai ke kesatuan suami di Brigif 1 Lintang Alugoro, tapi belum ada tindak lanjut,” ujarnya.
Ia berharap kasus ini diproses sesuai aturan hukum agar memberi efek jera.
Baca juga: Pengungkapan Kematian Genial Gulo Siswa TNI AD Tak Ada Kekerasan, Pilih Akhiri Hidup Sendiri
Kasus Lain di TNI
Selain kasus perselingkuhan, Kodam I/Bukit Barisan juga mengungkap peristiwa meninggalnya prajurit siswa Genial Gavensi Gulo (21) berinisial GGG.
Ia ditemukan gantung diri di belakang Secata Rindam I/BB, Pematangsiantar, Senin (20/7/2026).
Kapendam I/BB Kolonel Sandy menegaskan hasil otopsi menyatakan korban meninggal akibat bunuh diri tanpa tanda kekerasan.
Kodam membentuk tim investigasi dan berkomitmen melakukan evaluasi pembinaan pendidikan TNI AD.
“Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Kodam I/BB untuk terus melakukan evaluasi,” kata Sandy.
Jenazah GGG telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Nias Barat.
Pihak keluarga menyebut almarhum sejak lama bercita-cita menjadi TNI.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: KRONOLOGI Anggota TNI Digerebek Bareng Istri Orang, Sempat Coba Kabur, Terlantarkan Istri Sah