Advokat Surabaya Malah Pesimis Kuntadi Dipilih Prabowo Jadi Jampidsus Gantikan Febrie Ardiansyah
Alga W July 26, 2026 10:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kuntadi ditunjuk menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI menggantikan sosok Febrie Adriansyah. 

Penunjukan ini malah membuat seorang advokat di Surabaya, Muhammad Taufik, cenderung agak pesimis.

Baca juga: Hanya dalam Semalam, 2 Orang di Probolinggo Jadi Korban Begal di 1 Wilayah & Tak Melapor

Pasalnya, selama Kuntadi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, ia tak melihat banyak gebrakan di sektor penegakan hukum.

Namun, Taufik tak menampik sosok Kuntadi sebagai pemimpin berhasil menjadi figur kebapakan yang mengayomi selama bertugas sebagai Kajati Jatim.

"Dalam tindak pidana korupsi. Belum secara signifikan. Terakhir, saya waktu itu menangani perkaranya salah satu partai di Tipikor Kejati tidak begitu beringas bagi saya. Tetapi sosok beliau bisa ngemong, beliau bisa cepat beradaptasi," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Jumat (24/7/2026).

Kendati demikian, Taufik masih menaruh harapan dengan kapabilitas Kuntadi yang sebelumnya pernah terlibat dalam pengusutan kasus besar selama menjadi Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung RI. 

Apalagi, secara usia, Kuntadi malah lebih senior ketimbang Febrie.

Sehingga, Taufik berharap Kuntadi bisa cepat beradaptasi dengan dinamika dan tantangan yang ada, agar bisa secara maksimal bekerja menegakkan hukum serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Korps Adhyaksa RI ini. 

"Kalau kemudian itu Pak Kuntadi itu on the track ya dan berani terhadap Pak Febri untuk segera melakukan langkah-langkah dan upaya (penegakkan hukum), saya ya tentu semua punya harapan itu, tapi dari pribadi, saya pesimis," katanya. 

Tantangan Kejaksaan saat ini, terutama Jampidsus Kejagung RI yang mulai diemban oleh Kuntadi adalah menciptakan budaya hukum di tengah masyarakat, termasuk pada aparat penegak hukum. 

Karena, menurut Taufik, mencari sosok figur pejabat yang pintar hukum memang banyak. Tapi tidak semua memiliki kemampuan dan integritas yang mumpuni dalam menciptakan budaya hukum di Indonesia. 

"Sehingga harapan kami sebagai advokat, sebagai aparat penegak hukum juga salah satu pilar. Ya ayo sama-sama perbaiki budaya hukum kita. Hakim, jaksa, polisi, advokat ini semua harus kita perbaiki," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.