Cuaca Buruk, ASDP Cabang Kupang Batalkan Pelayaran untuk Semua Lintasan 
Oby Lewanmeru July 26, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Akibat cuaca buruk, ASDP Cabang Kupang membatalkan pelayaran untuk semua lintasan pada Minggu, (26/7/2026). 

Otoritas setempat mengeluarkan pernyataan publik terkait dengan hal itu. Pelayaran akan kembali dilakukan setelah cuaca kembali membaik. ASDP Cabang Kupang memohon maaf karena kondisi ini. 

"Sehubungan dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, kami sampaikan kepada pengguna jasa bahwa jadwal pelayanan penyeberangan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang pada hari Minggu, tanggal 26 Juli 2026 dibatalkan untuk semua lintasan," kata Kepala ASDP Cabang Kupang Ardhani Friandy sebagaimana keterangan publiknya. 

Sementara itu, Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang Yandri E. Tungga mengatakan, 
pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10–32 knot. 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di selat Sape, selat Flores - Lamakera, selat Pantar, selat Alor, perairan Selatan Alor - Pantar, selat Sumba, Laut Sawu, selat Ombai, perairan Selatan Sumba.

Baca juga: PT ASDP Indonesia Ferry Kembali Buka Penyebrangan Perintis di NTT

Selanjutnya di perairan Sabu - Raijua, perairan Utara Timor, perairan Utara Kupang - Rote, selat Pukuafu, perairan Selatan Timor - Rote, perairan Labuan Bajo, dan perairan Taman Nasional Komodo yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut.

Tinggi Gelombang 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di selat Sape bagian selatan, perairan Taman Nasional Komodo, perairan Utara Flores, perairan Selatan Flores, selat Flores - Lamakera, selat Pantar, selat Alor, selat Sumba bagian timur.

Kemudian, selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan Selatan Sumba, perairan Utara Sabu - Raijua, perairan Selatan Sabu - Raijua, perairan Utara Kupang - Rote, selat Pukuafu, perairan Selatan Timor - Rote. 

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek menambahkan, sejumlah wilayah berpeluang dilanda angin kencang.

Wilayah itu seperti  Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Manggarai Barat. 

Ia menyebut, angin Monsoon Timur sudah aktif sehingga menyebabkan Musim Kemarau di wilayah NTT. Pihaknya juga memantau  aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby sehingga meningkatkan potensi terjadinya hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah NTT.

"Waspadai angin kencang yang sifatnya kering yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT," ujarnya. (fan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.