TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, mengungkapkan peredaran narkotika di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengalami penurunan drastis dalam dua tahun terakhir.
Meski demikian, ia menilai para bandar narkoba kini mengubah pola distribusi dengan memanfaatkan jalur laut untuk mengirim narkotika ke sejumlah daerah lain di Kalimantan maupun Sulawesi.
"Di Kabupaten Nunukan sudah berkurang. Cuma mungkin yang menjadi permasalahan ke depan, mereka akan berpindah pola. Jadi pola bandar narkoba sekarang transaksinya melalui laut yang ada di Kabupaten Nunukan," ucap Anton Suriyadi Siagin.
Menurutnya, jalur distribusi diduga tidak lagi terfokus di Kabupaten Nunukan sebagai tujuan akhir, melainkan hanya menjadi daerah transit sebelum narkotika dikirim ke wilayah lain.
"Mungkin bisa ke Sulawesi, mungkin bisa ke Tarakan, mungkin bisa ke pulau-pulau lain dan pulau-pulau kecil yang berada di Kalimantan. Kita tidak tahu mereka transitnya di mana," ujar Anton Suriyadi Siagian kepada TribunKaltara.com, Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Berantas Peredaran Narkotika, BNPP Kaltara dan Lapas Tarakan Kerjasama Rehabilitasi Warga Binaan
Meski begitu, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya di lapangan, peredaran narkotika di Kabupaten Nunukan saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Anton menjelaskan, selain perubahan jalur distribusi, pola peredaran narkitika juga berubah. Pelaku kini lebih banyak membawa narkotika dalam jumlah keci luntuk kebutuhan pemakaian.
"Tapi polanya sudah berubah sekarang. Mereka membawa sekitar lima gram untuk pola pemakaian. Walaupun demikian, pemakaian ini juga perlu kita antisipasi agar tidak semakin melonjak," katanya.
Ia menilai upaya rehabilitasi menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba.
"Kalau demand-nya berkurang, supply-nya akan berkurang. Dan itu sudah kita rasakan di Kabupaten Nunukan karena permintaannya mulai berkurang," ucapnya.
Anton juga memberikan peringatan tegas kepada para bandar narkoba agar tidak mencoba memasukkan barang haram ke wilayah Kabupaten Nunukan.
"Selagi saya di sini, jangan coba-coba masuk bandar-bandar narkoba, yang di atas satu kilo ataupun di bawah satu kilo, saya akan sikat," tegasnya.
Sementara itu, kepada para pengguna narkoba, Anton mengajak agar segera menghentikan penyalahgunaan dan memanfaatkan layanan rehabilitasi yang disediakan BNN.
Baca juga: Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Peredaran Narkotika di Tulin Onsoi, Amankan Sabu 10,8 Gram
"Sudah-sudahlah. Tidak ada gunanya. Kembalilah ke jalan yang benar. BNN siap melakukan perawatan dan pengobatan secara gratis kepada pemakai narkoba. Jangan takut. Tidak dipidana, tidak dipenjara, melainkan diobati," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Sabtu (25/7/2026).
Terkait masuknya narkoba dari Malaysia melalui wilayah perbatasan, Anton mengatakan pengawasan sebenarnya sudah dilakukan secara ketat. Namun, keterbatasan personel menjadi tantangan besar.
Ia menyebut terdapat lebih dari seribu jalur tikus di Kabupaten Nunukan yang tidak mungkin seluruhnya diawasi aparat.
"Ada seribu lebih jalur tikus yang ada di Kabupaten Nunukan yang perlu diawasi. Tapi tidak bisa diawasi semuanya karena personel terbatas," katanya.
Karena itu, Anton mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kepala desa, lurah, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga para pemuda untuk ikut menjaga lingkungan dari ancaman peredaran narkotika.
"Kami harapkan masyarakat mendukung aparat pemerintah dan aparat penegak hukum dengan membentuk benteng antinarkotika di kampung masing-masing," tuturnya.
Ia juga memastikan identitas masyarakat yang melaporkan dugaan peredaran narkoba akan dirahasiakan.
"Kalau yang melapor selalu kita lindungi. Kita tidak pernah publikasikan ke mana-mana. Itu menjadirahasia," pungkasnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid