TRIBUN-MEDAN.Com - Kasus penipuan kos-kosan semakin marak di Indonesia.
Kini menimpa mahasiswi asal Jambi di Palembang dengan kerugian Rp7 juta.
Modusnya beragam. Mulai dari iklan kos fiktif di media sosial hingga sistem booking palsu dengan QRIS.
Mahasiswa baru dan perantau menjadi target utama.
Korban UC (20) kehilangan Rp7 juta setelah mentransfer biaya sewa kos melalui akun Dana kepada seseorang yang mengaku pemilik kos di kawasan Lorong Masjid, depan PTC Mall Palembang.
Setelah dicek ke lokasi, pemilik kos asli menyatakan tidak pernah menerima pembayaran.
Korban melapor ke SPKT Polrestabes Palembang pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Laporan diterima oleh Ipda Hendra Yuswoyo dan ditindaklanjuti Satreskrim.
Deretan Kasus Penipuan Kos-Kosan di Indonesia
1. Makassar QRIS Fiktif
Korban diarahkan membayar melalui barcode QRIS palsu. Uang Rp1,9 juta raib, pelaku bahkan memaki korban setelah menolak mengembalikan uang.
2. Sindikat Solo Raya
Polda Jateng bongkar jaringan scam internasional bermodus pig butchering. Mereka beroperasi dari enam rumah kos dan satu kantor, dengan total kerugian mencapai Rp41,1 miliar.
3. Kasus Love Scam Medan
Meski bukan kos, modus penipuan digital juga menyasar masyarakat dengan kerugian fantastis. Seorang akuntan publik di Medan kehilangan Rp120 miliar akibat hubungan palsu daring.
4. Kos Bodong Online
- Iklan palsu di media sosial dengan foto kos yang bukan milik mereka.
- Nomor WhatsApp anonim yang meminta transfer DP atau sewa penuh.
- QRIS atau rekening bank fiktif untuk booking.
- Harga miring tidak masuk akal untuk menarik korban.
- Telusuri akun media sosial: cek komentar, foto profil, dan reputasi.
- Survei langsung lokasi: jangan transfer sebelum melihat kos.
- Waspada harga terlalu murah: bandingkan dengan harga pasar sekitar kampus.
- Gunakan platform terpercaya: hindari transaksi via akun pribadi tanpa legalitas.
(*/Tribun-medan.com)
Sumber: Sriwijaya Post.